Wednesday, October 6, 2010

Kilas Balik Kedaikita : October 2010

Kedaikita Catering mungkin akan menjadi masa lalu, saya sedang ingin mengganti menjadi Lucky Catering.  Mengambil nama depan saya yang kedengarannya sebetulnya kurang menjual.    Awalnya sih inginnya menjadi Jasmine Catering (nama alya), sempet ingin menamai menjadi Alysha Catering (Alya Asha), sempat ingin menamai Jingga Catering (sound good aja....tp diprotes sama orang rumah dan karyawan saya).   Entahlah..selama belum saya daftarkan nama usaha saya ini, mungkin masih akan berubah. 

Sudah sampai manakah Kedaikita Catering aka Lucky Catering aka Jingga Catering?? Masihkah beroperasi.  Alhamdulillah masiiiih , mencoba bertahan terus meskipun progressnya belum sesuai betul dg yg saya cita citakan.  Belum bisa terwujud rumah makan yg resik, rapi , murah dan uenakkkkk untuk semua kalangan dengan pelayanan yg prima.

Untuk urusan omzet sebetulnya dalam kurun 5 bulan terakhir ini alhamdulillah sudah  bisa membuat saya tersenyum. At least suatu saat saya harus mundur dari bekerja di kantor, insyaallah sudah bisa menggantikan.   Pendapatannya sudah stabil, pelanggan sudah mulai ada dan tidak sekedar mengandalkan dari web saja. Alhamdulillah sudah sedikiiit mempunyai posisi dalam kancah usaha catering.

Menurut saya ada beberapa hal yang menurut saya efektif mendorong usaha saya sedikit selangkah lebih maju.  Salah satu hal yg saya benahi adalah fokus pada produk tertentu.  Dulu dalam tubuh usaha saya masih banyak terpecah pecah (kurang fokus) , ada kedai soto mie, menerima catering kantoran, menerima catering rumahan dan menerima tumpeng. Akhirnya kadangakala malah kedodoran saking pas ada pesanan bebarengan.

Akhirnya saat ini saya fokus menerima pesanan . Baik berupa pesanan Catering buffet /prasmanan, menerima pesanan tumpeng dan menerima pesanan nasi box dan kue - kue tampah saja. Praktis dengan begini banyak hal yang bisa saya  efisienkan.

Dulu untuk membuat tumpeng 25 porsi, begadang semalaman. Badan remuk redam sehabis menerima pesanan tumpeng.  Dulu seringkali order mendadak kebanyakan tidak saya terima karena dijamin keteteran. Dulu seringkali dikomplen pelanggan krn kurang tepat waktu.

Alhamdulillah sekarang sudah mulai terorganisasi dengan baik  dan sudah ada beberapa hal yg sedikit demi sedikit sudah saya benahi :
1. Manajemen stock bahan baku ( ternyata ini memegang peranana teramat penting) , saya bisa menghemat waktu  banyak.  Bedanya dulu harus begadang semalaman tidak tidur. Sekarang jam 10 sudah bisa tidur dan bangunjam 4 pagi untuk antar pesanan jam 8 pagi.

2.  Manajemen Sumberdaya Manusia
Tingkat kepercayaan saya terhadap karyawan untuk mendelegasikan pekerjaan amat rendah, dan bergantung dengan karyawan yg saya anggap expert dan pintar.  Ternyata mindset ini menyulitkan saya sendiri.  Betul betul dalam bisnis ini saya belajar banyak, bagaimana harus merekrut orang yang cocok, mengetahui kekuatan masing masing karyawan, dan memberdayakan karyawan tersebut dengan tepat termasuk menetapkan job desk masing masing karyawan  dengan ukuran yang jelas dan mentraining karyawan sercara terus menerus dan menyemangati mereka secara terus menerus.

3. Setting the system
Saya mendapat pelajaran ini dari salah satu customer yg tinggal di Australia (Thanks to Pak Andy).  Beliau waktu itu pernah bilang, dalam membuat usaha, yang paling penting kita hanya setting systemnya aja . SElanjutnya sistem itu yg akan menjalankan fungsinya.  Lama sekali saya baru mengerti apa yg dimaksud pak andy. Alhamdulillah sedikti demi sedikit saya semakin mengerti perlunya sistem. Gak mudah memang, but it work very well.

Contoh singkatnya adalah dulu untuk delivery produk dilakukan oleh suami, karena suami pindah keluar kota saya sempat menjadi driver juga, tetapi krn masih terikat kerja seringkali  saya menolak order order saat saya bekerja. Kemudian saya berusaha menghire driver lepasan , tetapi ternyata gak gampang banyak sekali masalah yg timbul, kemudian beralih untuk menghire driver tetap, ternyata yg berpengalaman tidak masuk dalam budget saya.  Akhirnya nekat saya mentrained salah satu staf saya (Piyu) yang saat itu betul betul tidak bisa  menyetir dan dalam  proses dan waktu 1 tahun sudah menjadi sopir yang handal.  Sudah biasa melewati rute Bogor -Jakarta,  Bogor - Tulungagung.

Contoh yang lain adalah dulu untuk menjaga kualitas  masakan masakan utama, asisten hanya membantu menyiapkan bumbunya dan saya yang harus turun tangan sendiri mengolahnya. Ternyata dengan adanya ukuran  standar  bumbu yang pasti dan training yg kontinu, hal ini bisa diatasi.  Buktinya sekarang untuk pesanan rutin (tumpeng dan nasi box)  saya sudah jarang turun tangan , kecuali untuk masakan yg jenisnya baru , tentu saja saya masih harus turun tangan.

Bahkan untuk mengatur stock persediaan pun saat ini sudah bisa saya delegasikan ke para asisten. Jadi setiap hari saya hanya update pesanan selama seminggu dan mereka akan menjalan kan fungsinya, salah seorang akan secara otomatis mengecek persediaan semua bahan dan mencatat, secara estafet akan lari ke bagian pembelian.  Selesai belanja pun otomatis si pencatat bahan mengecek hasil belanja, apa ada yg sesuai atau tidak .  Dan apabila sudah sesuai semua mereka tinggal atur waktu saja,  apa yg mesti dimasak kapan.  Kapan garnis harus dibuat, tugasnya siapa harus menyiapkan apa.  Sudah ada definisinya, sudah ada SOP nya, mereka tinggal mudah mengikuti sistem.  Saat ini pegawai catering saya ada 3 orang + 1 orang yg tugasnya mengasuk anak dan bantu-bantu hias tumpeng  or kl dibutuhkan sekali bisa menjadi waitressnya catering buffet. Dan masing masing sudah berjalan diatas relnya tinggal mengontrolnya.

4. Manajemen Keuangan - belum akan saya bahas, karena manajemen keuangan saya masih campur aduk. One day pasti akan saya ulas.

Ups jangan dikira udah sekelas catering besar dan terkenal lho ya....enggak masih jauuuuuh. Ini masih usaha gurem. Cuma bedanya kl dulu setahun yg lalu usahanya masih gureeeeem banget, kl ini sudah mulai mikro. Alhamdulillah, ini tidak terlepas dari rahmat allah semata.

Wah enak ya  sekarang usahanya dah maju....weits jangan salah madam....ini sudah banyak sekali dukanya dan pengorbanannya, sudah mengorbankan segalanya kecuali harga diri. 

Waktu buat anak anak saya  (suami kebetulan sedang tugas di Pekalongan, jadi sama sama dong..seri), perhatian untuk anak anak saya dan suami amat jauh tersita, operhatian untuk orang tua, perhatian untuk para asisten, apalagi waktu buat saya sendiri just sekedar bersenang senang or mengerjakan hobi saya nongkrongin anggrek, apalagiiiiiiiiiiiiii buat membina pertemanan, apalagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii mantain persahabatan. Semuanya bersaing dg usaha mikro yang terlanjur melekat erat layaknya gurita di benak saya.  Jadi saya minta maaf atas sikap saya seolah tidak menjaga pertemanan. Mohon maaf sekali.

Semua hampir acuh  dengan saya, anak-anak pun tidak merasa kehilangan saya meskipun dari pagi sampai malam dan pagi lagi jarang bertemu saya, suami, sahabat, teman-teman didunia nyata dan maya, tetangga dan bahkan sang anggrek pun enggan pamer penampilan terbaiknya dengan saya. Semua pelit dengan saya,karena saya sudah pelit perhatian dengan mereka. Yah...itu sesuatu yg amat mahal  yg saya harus saya bayar untuk menebusnya.

Bahkan bukan itu saya, terkadang saya harus menggadaikan waktu bermain Alya dan Asha demi usaha ini. Seringkali saat  saya dan para asisten sibuk berkejaran dengan waktu delivery yg mepet dan jumlah sumberdaya yang amat terbatas, saya memaksa Alya yg sekarang usianya menginjak 7.5 th untuk turut bertanggungjawab menjaga sang adik - Asha yg notabene sedang susah susahnya diatur.  Bahkan pernah suatu waktu krn pesanan catering buffet dan hampir terlambat, saya  harus mengantarkan masakan yg tidak terangkut di mobil I, saya berjudi keselamatan 2 anak saya dg menyetir sendiri dan mengebut di jalan tol dan bahkan Alya yg harus menjawab telepon dari customer yg sudah mulai panik .  Bahkan terkadang jadwal makan dan jadwal belajar  mereka pun terbengkalai karena saya.    Sedih bukan main kadang kalau ingat itu semua.

Tapi allah itu adil , alhamdulillah anak anak sehat, pintar dan tumbuh dan berkembang dengan baik meskipun pengasuhan saya betul betul alakadarnya.  Alhamdulillah Alya  masih bisa mengikuti pelajaran dengan baik meskipun sehari hari saya tidak ada disampingnya saat mengerjakan PR dan bahkan ujianpun, terbukti dari nilai ulangan tengah semester ini pun  hampir semua nilainya 10.

Sempat beberapakali saya sedih campur geli , saat Alya harus mengerjakan PR nya yg kadang sudah mulai susah. Seperti tempo hari Alya kebingungan krn ada PR yg harus dikerjakan yang bunyi pertanyaannya , " Apakah alat kelamin betina pada tumbuhan? Alya sudah berusaha sms saya tp saya sedang sibuk dikantor dan tidak menggubris smsnya. Alya sibuk bertanya sama bibi , sama teh Ai, sama mbak mia dan sama om piyu pun, mereka bukannya  membantu Alya tetapi malah cekikikan.  Ironis memang.

Bahkan karena sekarang pelajaran matematika dalam bahasa inggris, praktis orang rumah tak ada satupun yang sanggup membantu Alya mengerjakan PR . Untungnya Alya termasuk audio learner yg handal. Semua penjelasan bu guru di sekolah diserap dengan baik. Jadi pagi saat sarapan tinggal saya guide sedikit Alya sudah lancar dan bisa mengerjakan ujian dengan baik.

Begitu pula Asha, tak ada hambatan yang berarti dalam perkembangannya. Kecuali egosentrisnya yg amat dominan yg saat ini sudah mulai  surut.  Rasa percaya dirinya amat tinggi, berani menyapa teman-temannya yg  rata rata usianya terpaut 2 tahun diatasnya dan  pintar bergaul. Asha termasuk anak yg supel meskipun agak dominan.   Dalam bergaul dg teman temannya yg minimial 2 th lebih tua, dia amat sangat dominan dan berani.   Motoriknya pun juga gak kalah pesat, sudah biasa jungkir balik, jatuh bangung dan panjat memanjat, apalgi bersepeda yg lebih besar...sudah oke banget. Hanya syukur pada allah , dengan segala keterbatasan saya masih diberi nikmat dan kemudahan.

Dalam usaha ini pun bukan sekali dua kali saya tertimpa masalah ataupun rugi.  Alhamdulillah oleh Allah  , usaha saya ini masih dijauhkan dari penipuan oleh orang lain.  Banyak hal yg harus saya benahi dan saya pelajari.  bukan sekali dua kali saya haru bersitegang dengan customer. Tapi semua itu harus dilihat dari sudut pandang dan tekad bulat bahwa kita harus berteguh hati untuk  selalu  menjadi yang lebih baik. Selalu melayani customer dengan baik, yang lalu biarlah berlalu dan menjadi pelajaran berharga dan mahal buat saya. Insyaallah setiap kesalahan saya , saya akan berusaha terus memperbaiki diri terus dan terus dan menjadi yg lebih baik. Itu saja moto saya. Insyaallah dengan niat baik, Allah pasti akan memudahkan segala urusan kita . Amien.

Mudah - mudahan sharing saya ini bisa menjadi inspirasi dan penyemangat buat teman teman yg sedang merintis dalam usaha apapun. Jangan pernah menyerah, ilmu untuk berwiraswasta ini tidak akan didapat dari manapun kecuali kita yang mengalaminya sendiri. Insyallah dengan semakin banyak dicoba, tekad kita akan semakin tegar dan menjadi pemenang dalam beratnya usaha dijaman sekarang.

Satu kata-kata mutiara yg selalu saya pegang teguh   " Orang yang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang tidak pernah menyerah".

Keep On Fighting.

Wednesday, February 24, 2010

Bantuan Untuk Muadz - Penderita Kelainan Jantung

Saya mendapat info mengenai penyakit ade Muadz ini setelah blogwalking ke blog temen saya, Mbak Rani Susilo yang asli Purwokerto yang tinggal di London selama hampir 10 tahun terakhir untuk mengikuti suaminya yg bertugas di London. Setelah email-emailan dengan Mbak Rani, ternyata ibunda Muadz adalah guru ngaji mbak Rani sewaktu kecil, dan saat ini mbak Rani sedang mengkoordinir bantuan untuk muadz ini di komunitas warga Indonesia di London. Ini alamat web mbak rani www.susilo.typepad.com.

Dana yang dibutuhkan cukup besar sekitar Rp. 150 Juta, ini saya copy dr email mbak Rani ke saya :

Kebetulan rekening yang ada di saya untuk sumbangan dr UK. Daripada Luky repot transfer ke London mending langsung ke Iseu. Alhamdulillah, dari email Luky saya juga jadi keingetan untuk minta no rek Indonesia ke Iseu :) Thanks banget nih.

Please do, matur nuwun banget kalau Luky bisa meneruskan info mengenai Iseu ini ke yayasan atau mungkin teman dekat Luky yang sekiranya bisa membantu.

Kabar dari Iseu tadi pagi, untuk operasi tahap I perlu Rp 70 juta dan tahap II (6 bulan setelah tahap I) perlu sekitar Rp 80 juta.

Putera Iseu belum bisa dioperasi sampai ada jaminan Rp 70 juta unt operasi pertama itu

Jadi seandainya ada teman – teman yang ingin membantu , monggo silahkan, bisa berbentuk apapun :
1. Info mengenai nama & alamat & no. telepon yayasan yang bisa membantu operasi Muadz, Stasiun TV or etc.
2. Dana dalam bentuk tunai, supaya operasi I nya bisa segera dilakukan . Berapapun jumlahnya akan sangat kami hargai.



3. Doa untuk Keluarga Mbak Iseu supaya tabah dan adek Muadz supaya segera diberikan kesembuhan.
4. Meneruskan email dari mbak iseu ke pihak lain jika berkenan, ada baiknya diberi pendahuluan supaya tidak dikira spam or fraud

Bantuan bisa disalurkan melalui :
1. Saya – Luky Ekowati / Email :Luky.Ekowati@pioneer.com/ HP 0812 885 9633 YM ID : Luky_Ekowati , silahkan sms or email or ym seandainya ingin membantu dlm bentuk dana tunai ataupun informasi.




Untuk tahap I akan saya kirimkan ke mbak Iseu per tanggal 5 Maret 2010. Tetapi penyaluran bantuan tetap akan kami terima.

Per hari ini sudah terkumpul di saya Rp. 1.000.000 (Akan saya update terus perolehan dananya). Terimakasih buat yang sudah memberi bantuan. Semoga allah membalas dengan kebaikan yang berlipat lipat. Amien ya robbal alamlin.


2. Mbak Iseu langsung :
aisyah24@gmail.com / HP 081394079448.
An. Marhaban
Bank Muamalat Indonesia
No. Rek. 1012746322

Mohon dimaafkan jika kurang berkenan dengan adanya email ini.

Salam
Luky Ekowati


Berikut saya copy kan email dr Mbak Iseu.


Assalamualaikum,
Namaku Muad'z Jamaluddin Hamid, umurku sebentar lagi 2 tahun, tepatnya Maret ini. Nama Abiku Marhaban Syaiful Hamid dan Umiku Iseu Siti Aisyah. Kecil-kecil gini aku udah punya adik namanya Muhammad Athian Hamid (9 bulan).





Kata Umiku dari sejak lahir aku didiagnosa tetraloggy fallot (kelainan jantung bawaan), ah gak tau apa artinya.......Kata dokter ada empat kelainan, penyempitan pembuluh darah ke paru-paru, bocor, harusnya dua pintu ini malah satu pintu sama jantungnya bengkak.




Gak tau deh istilah kedokterannya banyak, ada PDA, VSD de.. el..el. Aku sih gak mau dipusingkan dengan istilahnya, yang jelas yang aku rasakan dada terasa sesak, kayak habis lari, itu tiap hari. Yang paling gak enak kalo lagi batuk ama flu, dada ini terasa sesak sekali, sampai kulitku terlihat hitam dan kuku-kukuku sama bibirku hitam. Makin keliatan lagi kalo lagi nangis. Umiku selalu ngingetin aku jangan suka nangis, soalnya kalo nangis jadi lemes. Tapi gimana yah kerjaanku nangis melulu.

Rasa sakit kadang-kadang suka muncul, kalo tidur malem-malem suka jerit-jerit. Sakit sih. Kadang Umiku gak ngerti apa mauku, makanya nangis, maklum aku belum bisa ngomong, dan juga belum bisa jalan.

Ah, seharusnya aku sudah jalan seperti yang lainnya. Berat badanku juga terus merosot, aku susah makan. Bukan aku gak mau, kalo makan suka batuk-batuk trus muntah.

Aku sekarang kalah sama adikku, dia tumbuh makin besar dan cakep, kulitnya putih. Dia suka nindihin aku, sampai hidungku berdarah. Aku mudah sekali berdarah, darahnya item lagi. Aku gak mau dideketin dia, bukannya aku gak sayang, tapi sakit badanku.

Kata dokter, aku harus segera dioperasi, mumpung masih bisa dilakukan. Kalo sudah rusak gak bisa dioperasi, malah katanya bagian bilikku sudah gak berkembang. Katanya operasinya dua tahap dan butuh dana 150 juta. Sekarang abiku lagi ngurusin askeskin, tapi gak tau kabarnya sampai sekarang. Denger-denger kabupaten Bandung udah habis kuotanya. Saat ini hanya makanan kesehatan jadi andalanku buat bertahan. Aku merasa semakin lemah, karenaku gak mau makan.


Please teman adakah yang mau bantu aku? Meringankan deritaku?Terima kasih aku ucapkan sebelumnya.Ini aku sertakan fotoku ama adikku.
Wassalamualaikum,



Tuesday, January 5, 2010

Pekerjaan saya adalah......

Bosen ya denger sharing saya, topiknya gak berubah dari masakan, anak, jualan....waduh gak jauh-jauh dari urusan rumah tangga.
Yah ... secara gak sadar saya agak mengereeeeeeem. Wah kl tulisannya begitu bukan agak lagi ya..terus terang untuk urusan pekerjaan kantor saya amat sangat ngerem untuk bercerita. Untuk sharing, apalagi curhat or mencak mencak urusan kantor di dunia maya. Cukup sahabat terdekat dikantor saya yg pernah melihat suka duka saya selama dikantor.
Ini jauh sebelum ada berita tentang seorang prita mulyasari melalui surat elektroniknya maupun luna maya di twitternya, saya berusaha amat sangat membatasi untuk menulis baik di blog sendiri maupun blog orang lain untuk senetral mungkin. Alasannya saya gak mau kehilangan muka ataupun kehilangan pekerjaan krn hal yg sederhana.
Tapi kali ini saya mau cerita tentang salah satu profesi saya. Selain bakulan nasi, saya saat ini bekerja di salah satu perusahaan yg motonya the miracle of science di salah satu sbu yaitu agriculturenya. Nah pekerjaan sehari hari gak jauh jauh dari tawar menawar , negosiasi, berhubungan dg banyak vendor karena saya ada di bagian procurement. Dengan masa kerja 9 tahun dibidang ini, ternyata saya gak nyadar ada suatu skill saya yang terasah terus menerus..tiap hari selama bertahun tahuan. Saya gak menyadari saya telah menjadi seorang negosiator. Seorang negosiator yang ditakuti. Hah...kakakkakaka.
Karena sekarang saya memiliki sub ordinat...hanya deal - deal tertentu yg saya handle langsung. Dan beberapa waktu ini sub ordinat saya sedang cuti melahirkan. Pekerjaan saya back up dan vendor kembali berhubungan dengan saya.
Kemaren ada salah satu vendor saya membuat suatu statement yang bikin saya terkaget kaget bin terkejut, saat saya sedang dalam proses negosiasi dengan salah satu vendor.
"Duh..ini yg selalu saya deg-degan saat bernegosiasi sama mbak luky. Tau gak mbak...setiap negosiasi sama mbak luky, aku selalu merinding duluan... Selalu ada celah yang membuat aku menyerah kalah. Pasti aku mati kutu"
Hah....masyaalllah....sebegitu kejamnya saya saat bernegosiasi. Setelah saya ingat-ingat memang ada beberapa statement senada itu, bahkan ada yang keluar dari lubuk hati salah satu Kepala Pusat Instansi BUMN di salah satu propinsi di luar jawa yang amat sangat penasaran dengan saya.
Pernah dalam salah satu statemen beliau mengatakan
"Waduh saya ingin sekali saat ke Jakarta bisa mampir kekantor bu Luky, saya ingin bertemu langsung dg Bu Luky, pintar sekali negosiasinya"
Dan kemampuan ini semakin menjadi jadi saat saya menjalani profesi menjadi tk ketring, dimana pembelian masih saya handle langsung. Pantesan asisten saya -Piyu jiper saat saya minta untuk belanja sendiri. "Tapi saya gak bisa nawar ya bu.....".
Makanya saat ada customer ketring saya yg nawar abis abisan....saya gak pernah merasa terganggu apalagi kesal or marah. Kadang mereka minta maaf krn merasa terlalu cerewet saat menawar harga masakan saya. Padahal saya tidak pernah terganggu. Bahkan meskipun sudah menawar pun , dan selanjutnya tidak jadi deal pun buat saya gak pernah mempermasalahkan. Selama saya belum memasaknya, buat saya o.k o.k saja. Tidak tersinggung , tidak marah, tidak merasa apapun.
Karena yaitu tadi saya merfleksikan terhadap diri saya dikantor yg kadang negosiasi saya amat alot sehingga membuat para vendor merinding. Jadi saya pun siap ditawar oleh customer saya segimanapun. So please feel free untuk negosiasi dengan saya....

Why Tumpeng????


Aku rasa yang sering mampir ke blog www.kedaikitacatering.blogspot.com atau yang di MP pasti boseeeeen banget liat blog ini, setiap mejeng foto, yang ada foto tumpeng lagi tumpeng lagi, nasi kuning nasi kuning lagi..boseeeeeen. Honestly saya juga sudah bosen upload foto yang mirip mirip. Ya mbok foto yang lain gitu lho mbak yang dipasang? fotonya johny depp atau brad pitt gitu supaya suegerrr. Halah...lebay.


Maaf beribu maaf sudah bikin sepet mata yang melihat. Ya gimana lagi ya...namanya juga salah satu teknik marketing, promosi on line. Update blog merupakan kewajiban supaya ratingnya sedikit banyak diperhitungkan sama si mbah google. Jadi kalo kalo ada yang nyari tumpeng or nasi box sedikit banyak bisa nyasar dan liat liat dagangan saya juga.


Atau saya butuh ide-ide segar dan innovatif, gimana cara bikin tumpeng yang extra ordinary. Saya tiap hari berfikir,gimana ya cara bikin tumpeng yang luar biasa...... Kemaren sempat lihat di NCC dan blog temen-temen NCC, ada ide untuk membuat tumpeng barbie....lucu juga ya.


Mbak emang spesialis tumpeng ya? Nah yang ini saya terus terang bingung jawabnya. Pengen deh spesialis bikin pesawat terbang. Apa daya mampunya bikin tumpeng.


Jadi gini, pertama tama jualan nasi dulu , saya kan jualan nasi kuning di plaza jambu dua - Bogor. Ditempat itu sudah penuh tukang dagang nasi, segala nasi dan masakan sudah ada. Yang belum ada nasi kuning dan nasi kebuli. Saya liat cuma itu peluang yang bisa digunakan untuk menembus pasar. Jadilah tiap hari saya cuma tidur 2 jam demi membuat nasi kuning supaya siap dijual jam 8 pagi. Dan itu berlangsung selama 2 bulan. Dan disitu saya belajar banyak mengenali karakter nasi kuning lebih dalam. Saat itu boro boro kepikiran bikin tumpeng. Bisa bikin nasi kuning juga udah syukur.


Singkat cerita, temen kantor saya ada yang selamatan dalama rangka membangun rumah. Perlu tumpeng. Dan minta dihitungkan berapa kalo mau pesan tumpeng disaya. Haiya....dasar Luky Ekowati, kalo gak nekat bukan Luky Ekowati kan?. Nekat deh bikin tumpeng. Otodidak. Nggak juga..saya nyontek sana nyontek sini. Sampai saya gak inget lagi nyontek sama siapa aja......Nyontek di internet. yang pasti.


Nah gara-gara terima order itu , sampai sekarang orderan tumpeng adasaja. Ya disyukuri aja mbak..ya pastinya begitu. Lha bisanya saat ini cuma bikin Tumpeng....mau bikin pesawat gak bisa. Nanti deh kalo dah bisa bikin pesawat , saya janji...yang saya pajang adalah foto foto pesawat buatan saya.


Pssttt-kalo bikin pesawat terlalu muluk, sementara pengen banget bisa jd breeder Anggrek dulu deh. Mudah mudahan 5 tahun lagi mimpi saya mengawinsilangkan anggrek sudah bisa tercapai ya....amieeeen.


Biar gak sepet mata...ini deh saya pajang foto yang bikin tumpeng beserta krunya...




Tuesday, November 10, 2009

Memasak Part I

Wah mbak...mbak emang jago masak ya? itu komentar salah satu kolega saya setelah membaca blog saya. Saya yakin, orang yang paling tidak percaya statement diatas adalah Ibu saya. Yah ibu saya sendiri gak akan mempercayai bahwa putri tomboynya ini bakalan berjualan makanan.
Apa pasalnya, believe it or not..sampai kelas III SMA saya tidak mampu menghafal penyebutan bawang (bw putih) dan brambang (bw merah), kebingungan membedakan penamaan kunyit, lengkuas, jahe, kencur dan bermacam macam rempah lainnya, begitu pula dg daun bawang dan seledri, belum lagi, kemiri, ketumbar, merica dan sebagainya dan sebagainya, bisa keringat dingin saya membayangkan apbaila disuruh ibu untuk mengambil salah satu bahan bahan dapur tersebut.
Trus gimana ceritanya saya mulai suka dg bidang masak memasak. Belum sampai berjualan ya...baru sebatas seneng liat orang yg pinter masak, mulai tertarik ngoleksi resep en then punya keberanian mencoba sendiri. Itu terjadi saat saya mulai jadi anak kos. Apalagi sejak punya pacar, saya sempat suka mencoba coba resep femina (waktu itu), baik kue maupun masakan. Resep masakan saya ada 2 folder file bambi, cukup banyak yah. Dan tentunya gak semuanya saya uji coba. Tetapi seneng liat penampilan aneka masakan yang ditata rapi dan terlihat enak. Ternyata kelak dikemudian hari, bakat ngumpulin lembaran lembaran resep ini sedikit banyak menambah khasanah pengetahuan saya dibidang culinary. Saya amat menikmati melihat penampilan penyajian makanan yang disajikan dengan cantik.
Hampir tiap sabtu minggu pacar saya terpaksa menelan hasil uji coba saya. Dan terpaksa mengatakan masakan saya enak krn takut diputusin....(ya kan papiyooo??). Bahkan saya juga baru tahu setelah menikah dan setelah sekarang beliau amat sangat menyukai cumi, padahal dulu kala beliau menelan Cumi asam manis buatan saya hampir membuatnya muntah.
Setelah menikah selera memasak saya naik turun, sesuai mood. Biasanya yg saya masak adalah masakan atau kue yg saya suka. Tetapi mulai terlihat bahwa saya amat sangat tidak berbakat di perkuean.....kue saya kebanyakan gagal, bantat, gak ngembang dsb. Dibilang mudah menyerah ..enggak juga ya. Soalnya pernah suatu kali pembantu saya mogok makan, karena sudah 1 minggu saya hampir setiap hari saya paksa makan brownis kukus saya yang gatot alias gagal total.
Jadi kesimpulannya, sudah jelas sekali , saya tercipta didunia ini tidak dg bakat alami menjadi tukang masak. Kemampuan masak yang tercipta saat ini lebih karena keinginan yang kuat untuk membuat masakan yang enak.

Tetapi memang sedikit banyak didukung oleh kebiasaan saya yang suka ngicipin masakan dg citarasa yang enak. Dan ini membuat lidah saya sensitif terhadap rasa masakan. Even hanya semangkok mi instan pun saya tetap menginginkan rasa yang terbaik. Ditunjang lagi, kantor tempat saya bekerja ini seneng banget mengadakan jamuan makan enak gratis. Jadi tahu kan sebabnya mengapa badan mamiyoo bisa melar begini?.
Kalau toh pun beberapa bulan ini banyak pelanggan saya yg puas dg rasa masakan saya itu jelas jelas bukan karena saya jago masak. Tetapi saya berusaha keras membuat masakan saya ini uenaaaak. Mengapa? karena hal ini membuat perasaan saya puas - menyajikan sesuatu yg enak dilidah para pelanggan.
Usaha keras seperti apa? Hmm mungkin ini yg dimaksud mbak Rani Susilo with Love yah..... Semua masakan mbak Rani enak dan semuanya with love. With love yang saya tahu adalah, saat memasak, saya punya keinginan kuat untuk membuat rasa masakan saya the best taste. Jadi tidak ada bumbu rahasia dalam dapur kedaikita catering, yang menyiapkan dan memblender semua bumbu adalah asisten saya semua. Saya tinggal menumis, menggoreng, mencicipi dan menambah garam atau gula. Untuk vetsin, sorry ini seringan saya lupa memasukkannya. See..nothing special .
Suerrrrr hanya itu saja modal saya. Tentunya ada beberap tips en trick yg gak boleh dilanggar pakemnya misalnya :
* Usahakan selalu, bumbu ditumis sampai harum , ini wajib ya hukumnya supaya rasa masakan kita sedap
* Untuk masakan yg berkuah santan, kuah santan harus diaduk terus menerus supaya tidak pecah.
* Sering icipi dan rasakan kira kira kurang bumbu apa? jangan bosen nyicipin ya... Believe it or not..setiap kali memasak 1 macam masakan, saya bisa mencicipi masakan saya at least 5 x. (Gimana gak gemuuuuuk)
* Cooking With love (pinjem istilah mbak rani susilo) ...kl saya terjemahan bebasnya adalah memasak dengan semangat untuk membuat masakan seenak mungkin.
Masih banyak lagi, sayang saya hanya hafal saat sedang beraksi didepan kompor.
Jadi rasa ayam bumbu rujak yg saya masak, rasanya jelas jelas jauh berbeda dengan ayam bumbu rujak yang dimasak oleh Mbak Nah? padahal komposisi bumbu jelasjelas bersumber dari tulisan yang sama dan disiapkan pula oleh orang yang sama. Jadi yg membedakan adalah? yup betul. Cara memasaknya. Dan lambat laun, seiring dengan waktu , pengalaman itulah yg akan membuat tangan kita semakin terampil dan rasa masakan kita menjadi lebih lezaat.
Happy Coooking.

Thursday, October 29, 2009

Get Well Soon Piyu








Nama lengkapnya Muhammad Lutfi, akrab disapa Upi. Tapi kami sekeluarga lebih suka memanggilnya Piyu. Piyu baru bergabung dengan kami hampir 4 bulan yang lalu. Anaknya smart, sayang hanya mengenyam bangku SMP saja. Sifat yang paling menonjol yang dipunyai Piyu adalah sifatnya yang pantang menyerah dan ringan tangan - dimintai tolong apa aja dijamin bersedia tanpa terikat jarak dan waktu. Mau siang, malam hayuk aja dia akan segera berangkat, kerasnya kota besar menempa mentalnya, sejak usia 16 tahun anak itu sudah malang melintang bekerja mencari nafkah di beberapa kota besar. Sifat ini pulalah yang menjadi kekuatan sekaligus menjadi daya tariknya. Saya amat sering memanfaatkan sifatnya yang ini.
Dan keliatannya saya akan menyuruh PIyu belajar nyetir mobil, in the future - dialah yang harus sekaligus mengantarkan pesanan.

Kalau toh sampai terdampar dirumah saya, itu memang kuasa Allah semata yang mempertemukan Piyu dengan keluarga kami. Awalnya Piyu memegang kedai soto mi yg ditinggal Dasri begitu saja, seiring dengan waktu peran Piyu menjadi multitasking. Tapi peran yang paling menonjol adalah Asisten Masak sekaligus nemenin begadang saat ada pesanan. Biasanya dia yg akan persiapkan bumbunya yang sudah dihaluskan , saya tinggal mengolahnya. Sungguh mudah apabila ada si PIyu disebelah saya.
Apalagi dia jago test rasa masakan yang sedang saya masak. Kadang saya pun masih ragu dg rasanya. Biasanya saat saya tanya gimana rasanya? dg lucunya dia kan berkata, "ueenaaaak buangeeet" sambil menirukan gaya bahasa saya sehari hari yg ala jawa timuran. Karena jasa dialah saya mau begadang untuk mengerjakan pesanan dan tentu saja saya amatlah terbantu.

Piyu mengaku, rumah saya adalah tempat dimana dia merasa amat sangat betah dibandingkan tempat tinggalnya sebelum ini. Masa si Piy??

Dengan anak-anak saya pun terlihat amatlah sayang dan telaten. Dikala mbak nah sedang sibuk, dia gak segan segan ngajak asha dan alya main. Apalagi kalo Asha sedang rewel tengah malam, cukup memanggil Piyu untuk menghibur asha. Dijamin Asha akan tertidur dipundak Piyu. Jagoan ya...multi tasking. Bahkan saat musim ulangan seperti minggu - minggu ini, Piyu yang telaten menemani Alya dengan gaya jenakanya itu. Tentunya dg Alya yg berberan sebagai gurunya..... Dengan kocaknya Piyu akan berkata kepada saya," ya biarin dong bu, kan saya jadinya yg belajar biar upi tambah pinter".



Bukan cuma kami yang dibuat ceria oleh adanya Piyu, Mbak nah pun sekarang sekarang ini jg rajin tertawa dan mulai berwajah ceria saat ada disebelah Piyu. Duka dan laranya yang menggelayut di pundaknya sejak lebaran tempo hari, lambat laun terkikis oleh gaya ngocolnya Piyu. Mbak Nah dan Piyu seolah olah seperti kakak beradik. Klop banget.


Ah iya...ada satu hal yang lucu. PIyu paling ngefans dengan stylenya Papiyoo. Apa yg dilakukan Papiyoo akan selalu dianggap Piyu suatu hal yang keren. Meskipun dg gaya selengekan tp piyu adalah laki-laki yang sopan dan menghormati perempuan. Tidak pernah bersikap kurang ajar. Gayanya agak cool.

Kemaren siang saya mendapat kabar, Piyu kecelakaan. Motornya slip, badannya terseret motor dan tulang iganya menabrak trotoar. Lukanya sih tidak ada luka terbuka, hanya lecet didahi dan telinga, dan tulang iga. Tetapi yang parah adalah tulang iga bagian kirinya, terasa sakit sekali dan tidak bisa bangun. Bahkan dokter yg praktek dikomplek kami pun menyerah dan minta dirujuk ke RS.


Sempat disuscpect "Hemothorax" dan disarankan untuk rawat inap karena Piyu sempat sesak napas dan warna kulitnya membiru, sehingga harus dibantu bernapas dg oksigen. Bahkan anak itu masih bisa bercanda dengan mengatakan bahwa dia td dah merasa hampir mati, semuanya gelap dan menurutnya dia bertemu malaikat Izroil. Alhamdulillah pagi tadi dokter mengatakan , tidak terjadi hematothorax dan hari ini sudah bisa pulang. Alhamdulillah

Get well soon Piyu.

Wednesday, October 28, 2009

October Kelabu Part II

Hari selasa, tiba tiba jeng Yanti yg kerja di Indosat YM saya. Yanti ini adalah salah satu customer yang amat sangat puas dengan kedaikita. Terutama rasa masakannya. Sangat cocok dilidah Yanti. Makanya beliau termasuk getol mempromosikan Kedaikata, makanya beliau suka memuji muji kedaikita didalam komunitasnya - heheheh thanks ya yanti...padahal belum pernah ngasih complimentary apapun sama Yanti. Jadi pure dia betul betul puas.
Yanti berkata bahwa teman sekantornya sedang mencari catering buat acara kantor. Suer, saya saat itu sedang bersandiwara dg Yanti. Saya sedang menyembunyikan duka saya dalam dalam dan mengobrol seputar pesanan seolah olah saya memang mau menerima order ini. Dan yang pasti Yanti belum tahu rencana saya untuk pensiun dini di bisnis catering.
Tapi jujur saat itu saya agak tersanjung oleh pujian demi pujian yg dilontarkan yanti tanpa henti hentinya. Padahal saat itu Yanti sama sekali tidak tahu bahwa saya baru saja mengalami hal yg paling tidak mengenakkan. Bahkan sampai saya tulis jurnal ini pun, beliau tidak tahu menahu.
Tak berselang lama, obrolan berlanjut dg Mbak Roro - pemberi order. Mbak Roro minta dibuatkan list beberapa menu. Beliau minta setting menunya Buffet. Beliau minta all in termasuk appetizer dan dessert. Karena tidak mau mengecewakan calon pemesan, list menu en harga tetap saya kirim. Bahkan saya tinggikan dari standar harga saya. Dengan harapan, saya bisa menolak dg mudah order ini.
Ternyata saya terbawa pusaran air, dan yang pasti tidak bisa keluar dg mudah dari permainan yg sudah saya ciptakan sendiri. Mau tidak mau , suka tidak suka saya harus menerima order ini. Jelas tidak mungkin saya mengecewakan hati mbak Roro yang sudah terlihat menggantungkan harapan pada saya. Setelah negosiasi, finally we deal.
Sebelumnya, saya sempat minta support dan pertimbangan dengan para asisten saya, terutama ke mbak nah dan piyu. Piyu yang amat sangat tahu bagaimana perasaan saya saat itu, krn beberapa hari itu saya terlihat murung dan pendiam - berbeda sekali dg keseharian yg amat sangat bawel dan ribut, dengan nada mantap dia berkata.
"Ambil ordernya bu.....gak baik menolak rezeki" jawabnya singkat.
"Tapi saya masih trauma dengan kejadian kemaren, duh saya takuuut kejadian kemaren terulang", tukas saya.
"Ya kita tidak boleh menerima order selain order ini dan kita tidak boleh meremehkan pekerjaan, saya yakin kita bisa bu" jawabnya mantap
Selintas ada semilir angin yg tiba tiba membuat saya bersemangat kembali, ah masak sih saya harus menyerah dengan rasa malu yg amat sangat. Bukannya Allah tidak menghendaki umatnya menyerah. Atau justru kejadian hari sabtu lalu itu merupakan cara Allah untuk menegur saya dan membuat saya sadar apa yg menjadi kelemahan saya. Dan justru cuma selang seminggu saya harus mampu mengerjakan order lagi tentunya dengan cara ya lebih baik.
Finnaly....saya mantap untuk ambil order ini meskipun sekali lagi, ada risk disini. Serving Buffet Meskipun sempat ada godaan order tumpeng untuk . Jujur saya baru kali ini serve buffet dengan tamu hampir 100 orang. Saya agak miris mengingat sdm saya yang bisa saya ajak untuk serve the buffet cuma Piyu. Itupun dia tidak punya pengalaman sama sekali.
Sementara tamu yang diundang diacara itu banyak petinggi dikantor mbak Roro. Saya tidak ingin acara mereka mess up gara gara saya yg tidak profesional.
Tapi allah rupanya masih ingin memberi kemudahan buat saya, saya utarakan semuanya ke mbak Roro, dan mbak Roro mempermudah dengan mengatakan diWisma Indosat di Gunung Geulis Bogor sendiri ada beberapa orang yang memang diassign untuk melancarkan acara mereka. Artinya ada asisten tambahan untuk membantu kami.
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, para bos dan ny. bos senang dengan masakan kedaikita. Mereka bilang enak, bahkan beberapa dari mereka berkata "aduh aku sudah nambah berapa kali ni...nambah terus perasaan dari tadi gak selesai selesai". Semuanya enak, soto mienya enak, sayur asem empal gepuk dan temen temennya semuanya pas dilidah. Beberapa ibu-ibu bahkan membaca kartu nama yang saya letakkan di meja dan menyebut "Kedaikita Catering".
Mbak roro yang sempat kebat kebit krn merasa salah menu, karena ternyata anak-anak dan balita yg turut serta cukup banyak dan menu untuk anak anaknya kurang, akhirnya mbak Roro bisa bernapas lega, krn anak anak suka dengan soto mie nya dan meskipun sayur asemnya cukup menor berwarna merah, tetapi gak pedas. Dan puding pudingnya pun anak anak jg suka.Fiuuh...seneng sekali rasanya.
Makanan yang dihidangkan cukup dan malahan bersisa dan bahkan saat saya tawarkan sayur asam yang masih cukup banyak untuk dibawa pulang para ibu ibu, mereka cukup antusias, begitu jg puding leci, puding peach yogurt dan puding coklatnya laris manis. Seneng luar biasa dan tidak bisa disebutkan dengan kata kata.
Dari kejauhan, berkali kali mbak Roro mengacungkan jempol ke saya. Mbak...thanks banget yah. Sudah membantu kesembuhan aku, meski mbak gak pernah menyadarinya. Hanya allah yg akan membalas kebaikan mbak Roro.
Bahkan para asisten penjaga wisma berkata, mbak minta no. telponnya ya, soalnya bos bos disini suka pesen catering, tapi jarang yang mau prasmanan gini. Masak bos-bos disuruh makan nasi kotak.
Sungguh, hari itu merupakan hari penyembuhan buat saya. Diperjalanan pulang, hati saya riang dan bibir saya terus terusan menyunggingkan senyum ditambah lagi saya sempat menikmati panorama Gunung Geulis yang amat sangat menawan.
Bahkan Piyu - asisten saya berkali kali melirik saya sambil tersenyum dan sempat meledek saya, " Nah gitu dong.....gak nangis nangis kayak waktu itu, jadinya kan liatnya jadi adem. Jadi gak jadi berhenti ya catering yah....".
Saya hanya tersenyum saat mendengar kata kata piyu yg terakhir. Hmmm....saya juga menjadi bimbang untuk menutup Kedaikita Catering.
Terimakasih ya allah . Semuanya ini terjadi atas kuasamu. Itu yang saat itu saya ucapkan berkali kali. Lega banget. Kebahagiaan itu langsung saya tularkan dg sms ke suami saya. Supaya beliau tidak deg-degan menanti cerita dari saya.
Sekali lagi doa dan keragu-raguan saya mendapat jawaban. Hari rabunya saya mendapat telp dari seorang Mas Ido yang bekerja di BII Thamrin. Pesanannya mendadak banget. Buat keesokan harinya. Padahal jelas jelas belum berbelanja sama sekali. Sempat ragu dan minta waktu untuk menjawab. Saya telp Piyu dan tanya terima gak order mendadak ini. "Terima aja bu".
Order akhirnya bisa kami antar on time dan senangnya mendapat sms ini dari mas Ido
"" Mbak Luky, thank you lunch boxnya. Temen-temenku banyak yang suka empal gepuknya. Enak. Nasinya juga pas rasa dan takarannya. Sayangnya gak ada identitas Kedai Kita nya."
Duh seneng banget rasanya. Akhirnya hari itu saya membatalkan niat saya untuk menutup Kedaikita Catering. At least tidak saat ini. Jadi saya sudah mulai lagi menerima order lagi.
Selasa kemaren selain pesanan Tumpeng dari Thanding Sari dan beliau memberikan testimonynya yg membantu mengembalikan semangat saya, ada jg pesanan snack dan kue tampah dari Santi yg ternyata tinggal sebelah komplek dg komplek rumah saya. Setelah mencicipi tester lunch box nasi kuning dan ayam bumbu rujak, suami Santi yang kerja di Olympic mebel berkata,"Wah...kl kantor saya ada acara bisa pesan disini dong ya..?".
Kemaren Jeng Fitri yang tinggal di Tamansari Bogor, yang suaminya amat sangat menggandrungi Empal Gepuk kedaikita dan yg tempo hari mengkomplain opor ayam saya, mencoba tester Ayam Bumbu Rujak dan Sambal goreng kentang Ati Sapi. Smsnya bunyinya sebagai berikut " Luky, thanks yah...masakannya uenaaaak pol".
Alhamdulillah, kemaren ada 3 orang yang bisa saya bahagiakan karena masakan saya. Mudah mudahan cita-cita saya ini terus bisa saya capai. Memberi sedikit kebahagiaan untuk orang lain melalui makanan.
Besok jumat, ada Pak Abdi dari salah satu EO yang lumayan terkenal di Jakarta mengadakan even di Hotel Novotel Bogor memesan lunch box dan dinner box di kedaikita catering. Mudah-mudahan rasanya cocok ya pak...amien.
Kayaknya bulan sebentar lagi berganti, kita songsong november ceria yah...menggantikan november rain. Mari kita songsong semuanya dengan semangat baru. Apalagi kemaren saya terima YM dari customer yg sudah amat sangat saya kecewakan tempo hari.
Saya kaget sewaktu si neng geulis yg lg hamil besar itu menyapa saya di Yahoo Messenger, antara takut dan seneng. Kembali saya lontarkan puluhan kalimat permohonan maaf saya dari lubuk hati yang paling dalam. Sedih krn saya malah mengecewakan perasaannya, padahal saat itu dia sedang dlm keadaan hamil besar. Mestinya saya memberi kebahagiaan buat dia.
Intinya dia mengatakan bahwa dia sudah menerima dg ikhlas kejadian tempo hari, dia dan suaminya dan keluarganya menganggap itu suatu musibah. Dia berkata, "Untung masakannya enak-enak semua lho mbak....bahkan tante-tanteku yg waktu itu menegur mbak Luky jg bilang...masakannya oke punya, sayang servisnya itu lho".
Kembali saya memnghujaninya dengan kalimat maaf yg tiada habisnya. Buat saya buat apa masakannya enak tp semuanya terlambat dan membuat mereka kecewa.
Dan dia juga mengatakan bahwa makanannya termakan semua, ternyata setelah itu masih banyak sodara yang berdatangan. Di akhir chatting dia berkata," Mbak...tapi tumpeng untuk acara aqiqah nanti jangan sampai terlambat ya mbak...kalo perlu aku ambil sendiri ke Bogor".
Ya allah, saya kaget luar biasa mendapati dia masih mempercayai Kedai kita? sambil ucek ucek mata saya baca berkali kali sebelum saya jawab. "I will do the best, I have to dear, Saya akan menebus semua kesalahan saya. Terimakasih saya diberi kesempatan kedua".
Terimakasih ya allah, paling tidak customer yang saya kecewakan ini masih mau berbicara dg saya, tidak memusuhi saya dan ikhlas atas kejadian tempo hari. Buat saya ini sudah merupakan anugerah.
Ada hal lain yg sekarang terpikir oleh saya. Makna dari semua ini. Ibarat pohon, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menghembusnya. Saya ingat, di awal awal usaha saya, urusannya gak jauh jauh dari SDM dan kecilnya order. Sekarang dimana Kedaikita semakin dikenal dibanding dulu 8 bulan yang lalu dan menghasilkan kontinu order tiap minggu, ternyata masalah yang dihadapi lebih besar juga.
But anyway...ada satu hal yang membuat saya sueneng banget. Ternyata saya punya teman teman yang baik dan tidak meninggalkan saya disaat saya sedang terpuruk. That's what friend are for. Thank you guys. I love u full.
*This story was dedicated for me, my beloved husband, my princess Alya en Asha and all of my friend. Remember, Kota Roma tidak dibangun dalam semalam.
Bogor, October 2009