Friday, May 27, 2011
Assalamualaikum Aqeela Shafira Rania
Allahuakbar-Allahuakbar-Allahuakbar
Telah lahir putri ke-3 kami - AQEELA SHAFIRA RANIA dengan berat 3.970 gram dan panjang 51 cm pada tanggl 12 Mei 2011 di RS Hermina Bogor pada pukul 11.43, dilahirkan dengan Sectio Caesaria karena Oligohidramnion berat.
Sampai usianya yang ke 14 hari , putri kami dalam kondisi sehat walafiat dengan berat saat ini 4.7 Kg dan alhamdulillah saya bisa memberikan Asi Exclusive buat putri cantik kami ini.
Doa kami semoga Aqeela tumbuh menjadi putri selalu diberi kesehatan, keselamatan oleh Allah SWT dan kelak tumbuh menjadi putri yang shaleha dan berhati mulia. Amien.
Kami yang amat sangat berbahagia
Papio-Mamio- Kakak Alya - Kakak Asha
Wednesday, May 4, 2011
Kakak Asha
39 Weeks
Kehamilan kali ini memang agak unique, maknya bubba super duper cuekkkkk. Mudah mudahan bayinya sehat sehat aja ya nak didalem sana. Semoga terpenuhi semua gizimu.
Rabu minggu lalu, menurut dr. Husein Sutakaria SPOG, berat bubba sudah mencapai 3.1 kg..walah kok besar banget sih nak.........Semoga kamu sehat sehat saja ya. Mamio, papio, kakak Alya dan Kakak Asha sudah kangen bangett pengen ketemu kamu didunia.
Kembali terulang ingatan 3.5 th yang lalu....detik detik menjelang kelahiran asha....feeling blue banget. Entah kenapa selalu seperti itu. Dulu menjelang kelahiran alya feeling blue...trus pengen banget tiap saat ngedekepin alya. Sekarang terulang lagi, feeling blue bangetttttttt pengeeeeen dekep alya - asha, ngliatin alya - asha saat tidur. Duhhhhh ...
Semoga kelahiran kali ini diberi kelancaran sama allah, diberi kemudahan, diberi kesehatan dan keselamatan sama Allah SWT. Amieeeen.
KASKUSER
Monday, April 18, 2011
True Labor VS Braxton Hicks
| Braxton Hicks | True Labor |
| Contractions don't get closer together. | Contractions do get closer together. |
| Contractions don't get stronger. | Contractions do get stronger. |
| Contractions tend to be felt only in the front. | Contractions tend to be felt all over. |
| Contractions don't last longer. | Contractions do last longer. |
| Walking has no effect on the contractions. | Walking makes the contractions stronger. |
| Cervix doesn't change with contractions. | Cervix opens and thins with contractions |
Terus terang pengalaman anak ke-3 ini agak agak bikin berdebar debar. Sejak usia kehamilan 28 week saya sudah beberapa kali mengalami braxton hicks. Dimana tidak terjadi di kehamilan - kehamilan sebelumnya Mengalaminya pun di minggu minggu akhir kehamilan. Sebetulnya faktornya ada beberapa :
1. Faktor anak ke-3
2. Faktor Usia - usia saya sudah mencapi 35 th - bukan usia yg optimal untuk melahirkan bayi
3. Faktor activity , aktifitas hamil ke-3 saya ini memang boleh dibilang kurang banget istirahat. Selain bekerja 5 hari semingu dari jam 9 - 6/7 Sore dilanjutkan ke pasar untuk berbelanja dan dini hari jam 3 dini hari dalam seminggu 4-5 kali pasti sudah bangun. Itu ditambah selama ini tidak pernah libur di hari sabtu ato minggu. Bahkan di sabtu ato minggu bisa pulang malem tidur malem bangun dinihari dan minggunya ada kegiatan.
Menurutu dsog yg biasa saya kunjungi kuncinya sebetulnya hanyalah istirahat yang cukup, masalahnya ritme tubuh saya sudah tidak terbiasa dengan hidup santai dan tidur cukup. Sungguh bukan hal yang mudah mengistirahatkan tubuh saya sementara otak saya melarang untuk istirahat.
Puncak braxton hicks yang paling kuat saya rasakan sabtu malam kemaren. Luar biasa. Saya sudah hampir memutuskan untuk pergi ke rumahsakit bersalin. Karena terjadi selama hampir 4 jam hilang timbul. Padahal sekarang usia kehamilan baru mencapai 36 weeks.
Bismillahirohmanirohim...semoga kelahirannya kali ini jg cukup waktu. Amin.
Friday, April 8, 2011
Tuesday, February 22, 2011
Hormon Membaca
Sejak kecil saya suka banget baca buku cerita, entah itu sumbernya novel, majalah mingguan maupun majalah untuk orang dewasa dan berbahasa jawa sekalipun (hayo siapa yg masih mengenal majalah berbahasa jawa "Penjebar Semangat dan Jaya baya"). Mungkin karena gak bebas bermain, dan hanya diperbolehkan main di jam jam terntentu saja oleh ibu saya membuat saya hobi banget baca. Dan mungkin ini diturunkan dari ruh kakek dan bapak saya. Saking saya punya penyakit akut dengan membaca cerita, ibu saya melarang saya membaca cerita sebelum tidur, ini pun membuat saya tidak kehilangan akal, percaya atau tidak di bawah kasur saya selalu menyembunyikan beberapa buku cerita ataupun majalah. Dan kelak setelah saya beranak pinak saya baru tahu kalau ternyata ibu saya mengetahui perbuatan saya ini dari cerita beliau.
Sejak lahir sampe SMP saya tinggal dengan kakek dan nenek saya dari pihak bapak. Kakek saya adalah salah satu veteran pejuang 45, dari beliaulah saya menyukai dongeng dan cerita dan membaca , maklumlah namanya jg pensiunan tentara, jadi praktis sehari hari yg beliau lakukan adalah membaca dan bekisah demi membunuh waktu luang.
Dan tempat beliau bisa menumpahkan uneg unegnya atas kisah kisanya ya cucunya yg saat itu seringkali khusyu mendengar cerita cerita beliau bahkan "nagih" untuk minta suatu cerita.. Diantara ke-5 orang cucunya , saya adalah cucu tertua sekaligus cucu yg paling khusyu mendengarkan cerita cerita perjuangan beliau. Bahkan beliau mengisahkan cerita perang saat melawan penjajahan jepang, memakai baju karung goni , digigit kalajengking sampe hampir mati dan mengangkat bedil melawan penjajah dan kisah puncaknya PD II dimana desa saya saat itu hampir dibumihanguskan dan di bom. Dan tentunya seiring bertambahnya umur saya, beliau jg menceritakan jaman revolusi termasuk jaman tahun 1965.
Karena beliau suka wayang kulit, jangan heran kl hal tersebut menular ke saya meskipun sedikit. Jadi sedikit banyak saya tahu cerita pewayangan, dan percaya atau tidak , waktu kecil saya suka nonton wayang kulit meskipun gak sampe tuntas karena tidak kuat menahan kantuk.
Semuanya itu disempurnakan dengan koleksi buku - buku kakek yang jumlahnya 1 lemari 2 pintu. Full isinya buku semua. Dan semuanya pernah saya baca saat saya SD. Mulai dari Biografinya Mouamar Khadafi dan Roosevelt maupun JF Kennedy. Psssttttt saya pernah baca buku yg terselamatkan dari razia tentara dimana orang yg menyimpan buku itu dianggap subversif. Edan.
Saya familiar dengan buku buku politik milik kakek saya dan juga novel novel jaman dulu yg ejaannya pun masih menggunakan ejaan lama. Dimana buku ato novel jaman dulu dicetak diatas kertas yg tebal dan buram. Kelak cita cita saya , saya ingin mengumpulkan seluruh koleksi buku dari kakek saya. Mudah mudahan masih banyak yg masih terselamatkan.
Seluruh pengalaman masa kecil saya itu kelak membuat saya doyan banget baca apa saja. Apa saja, bacaan anak sampe bacaan dewasa, mulai dari novel piciisan maupun biografi .
Padahal sebelumnya semua novel dari yg picisan karya freddy S mapun novel fiksi ilmiah semacam karya michael crichton sepert Congo saya lalap habis.Sampai kelak saya mengalami titik jenuh saat hamil Alya. Saya enggan baca buku sama sekali. Mogok .
Terakhir sekitar 2 th yg lalu saya baca novel "The Name Of The Rose" novel yang berbau historical yg ditulis oleh Umberto Eco. Dan entah kesambet apa tiba tiba akhir - akhir ini saya menyukai membaca novel lagi. "Perempuan Kembang Jepun" awalnya dan kali ini saya kesengsem parah sama tulisan Ayu Utami, meskipun dulu sempat membaca "Saman" tidak sekagum ini dengan Ayu Utami. Karya Ayu Utami berjudul "Bilangan Fu" dan "Manjali & Cakrabirawa "sungguh membuat saya tak melewatkan barang sedetikpun membunuh waktu luang disela sela sepulang kerja, mengerjakan pesanan tumpeng dan mengangar tumpeng serta tentu saja menemani anak anak.
Membaca tulisan Ayu Utami rasanya seperti mengikuti pusaran bahasa sastra yang tiada habisnya. Sungguh pengalaman membaca karya sastra yg padat dan memperluas batas cakrawala bahasa sastra saya.
Perubahan drastis itu tentu saja dibaca dengan jeli oleh Alya dan Asha. Kalau Asha hanya sekedar suka membawa novel novel tebal dan sesekali membukanya dan sekedar tahu ini milik mama. Sedangkan Alya sudah mulai tergelitik apa gerangan yg membuat sang mama jd autis dan ditemani buku dimanapun berada.
"HAH...monster-monster, Tuyul, Kubur Kosong, Hantu Cekik....mam..ini buku apa sih yang mama baca??" ucapnya sambil bergidik diantara keingintahuan dan kengerian.
"Psstttt...suatu saat kalo sudah besar, Alya boleh baca novel novel mama" ujar saya seraya tersenyum penuh arti ke Alya.
Hormon turunan kakek saya ini rupanya mengalir ke darah Alya dan Asha. Alya yg terakhir kemaren menyukai novel tulisan ringan kecil kecil punya karya, sekarang sedang belajar membaca serial 5 sekawan. Jangan ditanya deh minat baca Alya. Bisa gak bergeming kalau sedang membaca cerita.
Sedangkan Asha,jangan salah, dengan segudang koleksi buku sang kakak, 5 buku cerita masih masih kurang buat pengantar tidur Asha di setiap menjelang tidur siang dan malamnya, dan jujur ini dikelukan oleh pengasuh Asha,karena si mbak pengasuh ini yg ketiban sial baca buku cerita anak anak sampe mulutnya capek.
Arrgggggggg rupanya ruh membaca itu sudah mulai mengaliri saya lagi. Bedanya sekarang agak selektif dg jenis bacaannya. Gak semua doyan saya baca, yg berlatar sihir dan vampir tidak termasuk antusias pengen saya baca.
Diujung meja kerja saya terlihat "Ronggeng Dukuh Paruk, Hanzel & Gratel & To Kill a mockingbird yang masih terbungkus plastik " sudah menunggu untuk disantap
