Showing posts with label Mama. Show all posts
Showing posts with label Mama. Show all posts

Thursday, January 15, 2009

Sama Persis

Yang kamu tau gak......sejak pertama kali aku mengenalmu di sebuah kuliah pembekalan KKN, pandangan matamu selalu mampu membuat hatiku berdegup lebih kencang. Sekarang, setelah 12 tahun berlalu, saat ini perasaan itu pun masih sama. Sama persis.

Bagaimana denganmu Yang? Masihkah perasaanmu untukku masih sama seperti dulu?

Thursday, November 27, 2008

Ketemuan sama Azzah & The boys

Saya mengenal ibu muda yang manis dengan nama panggilan Azzah seumuran dengan blog bintangkecilalya. Azzah tinggal bersama keluarga kecilnya di Tanah Dewata . Lumayan juga ya hampir 2 tahun yang lalu kami saling mengenal. Kenalnya pun melalui blog dan disambung chatting via YM. Thanks to Yahoo messenger.


Kita sama-sama nyambung karena mungkin merasa satu daerah...sama-sama bonek ya Az (dari Jatim= Jawa Timur) ..trus karena sama sama working mom, problemnya kan mirip kan - seputar anak, parenting dan asisten.hahahagak jauh jauh deh. Pokoknya dulu sering banget chatting sama ibu yang manis ini. Jadi udah serasa adek sendiri deh. Apalagi anaknya azzah dua duanya cowok, sedangkan saya dua anak saya cewek. Klop sudah. Tinggal jadi besan ya azz..hahahhha



Keterangan gambar :
Azzah berbaju orange dan memangku abang nawfal sedangkan
Saya berbaju abu dan memangku adek Razvi.

Oooo gini ya rasanya memangku bayi laki laki.hehehehhehe


Terus beberapa waktu yang lalu, Azzah mendahului untuk menjadi working at home mom - profesi yg banget banget saya cita - citakan. Sayang per hari ini saya masih klayapan keluar rumah kl nyari uang.
Ket. gambar : Papa Nawfal , Abang Nawfal dan Papa Alya

Setelah sekian lama belum bertemu muka, akhirnya pertengahan bulan november lalu kami dipertemukan di Jakarta. Sayang - bertemunya sangat sebentar sekali. Tapi cukup buat saya untuk mengagumi the boys yang ternyata lebih cakep dan keren dari foto yang ada di blog mamanya...hehehehhe. Abang Nawfal yang jaim dan adek Razvi yang sangat sumeh = gampang senyum en akrab. Sayang saya tidak bisa membawa ikut serta The Girls, Alya sedang manasik haji di Sekolah Al Azhar Si Singamangaraja dan Ade Asha terpaksa dirumah.

Tetapi tidak apa - yang penting dengan pertemuan kita kemaren semakin mempererat tali persaudaraan kita ya Az. Insyaallah kita bisa dipertemukan kembali ya non.

Thursday, October 9, 2008

350 Rupiah

Seandainya suatu hari anda sedang berbelanja di salah satu hypermarket besar, nominalnya akan menyebabkan anda seharusnya menerima kembalian sebesar 350 rupiah. Tetapi karena suatu dan lain hal pihak kasir memberi tahu, supaya kita membayar uang pas saja atau mengiklaskan kembalian sebesar 350 rupiah untuk anak yatim di suatu tempat yg kita gak tau dan gak jelas dimana.
Apa perasaan anda? ikhlas gak? perlu gak kita nyinyir tanya-tanya lebih detail lagi dimana letak yayasannya bla bla bla... hanya karena uang 350 rupiah saja, sementara antrian dibelakang anda sudah menunggu lama dan secara materi anda sangat-sangatlah cukup diberi nikmat duniawi oleh Allah SWT.
Semoga kita termasuk orang orang yang beruntung ya...............

Wednesday, September 10, 2008

Memerawani Oven

Hih....judulnya masyaallah ..nggilani rek. Kata pengantarnya - saya bukan orang yang hobi memasak sekaligus tidak bisa memasak dan paling parahnya belum pernah sekalipun membuat kue yang dipanggang dg oven. Soalnya ada juga orang yang tidak hobi masak tapi jagoan masak. Jadi saay belum tau "slagh" untuk membuat kue dg oven ini. Jadi buat saya membuat kue dan teman temannya lebih mendebarkan dibanding menghadapi ujian Calculus..hahhahaha.

Misi oven adalah sebagai berikut

Misi I
Membuat Muffin - sekaligus menjajal apakah oven ini berfungsi atau tidak
Hasilnya : Muffin Bantat, keras, rasanya sih enak wangi butter gt - udah ngikutin step by step pembuatan muffin yang benar dan direkomendasikan oleh ahlinya.

Misi II
Membuat Muffin lagi - Panas niy karena gagal membuat muffin idaman.

Googling resep muffin yang lain, yang caranya lebih gampang dan bahannya mudah didapat. Gotcha you. Dapet resep Chocolate Custard Muffin yang resepnya diposting di Kitchen Mbak Rani Susilo.

Sorenya langsung turun dapur lagi...deg-degan niy nunggu hasilnya.....Ternyata taraaaaa - hasilnya sesuai yang diharapkan, atasnya mletek - mletek. RAsanya? mau tau? wiiiiih lumer di lidah...ueeenak tenan, chocolatenya pas , gak terlalu pait , gak terlalu manis. Asli Enak banget- gak bohong. Kalau gak percaya cobain sendiri deh. Linknya ada diatas tadi.

Biarpun gak ada fotonya tp saya berani menerima tantangan bikin muffin ini lagi... Soalnya sampe saya posting tulisan ini , saya sudah membuat muffin ini untuk ke- 3 kalinya huwaaaaaaa, ya gimana enggak? sekali buat cuma dapat 12 Biji, sehari Alya langsung menghabiskan 4 potong muffin ini, saya 4 potong, papanya Alya 2 potong , asisten masing masing 1 bj. Abis Ludes. Langsung panas panas dicobain... Hmmm jadi pengen bikin lagi...hahahhaa
Sempet Ge er , wah bisa juga niy saya bikin kue. Setelah agak lama baru istighfar...ah ini sih yang hebat resepnya dan cara menjelaskan step by stepnya clear banget dan bahan-bahannya mudah didapat. Sampe orang sedodol saya bisa bikin muffin....
MISI III
Nah membuat muffin kan cuma pemanasan, tantangan yang sesungguhnya adalah membuat kue kering untuk dibawa Asisten pulang kampung. Target gak tanggung - tanggung - minimal 10 Toples kue kering packing @ 1/2 Kg.
Kerikil tajamnya cuma satu : Belum punya pengalaman sama sekali.
Solusinya saya cari resep yang ada gambarnya, supaya punya bayangan.
Kastangles
Resep yang dipakai - Buku Resep Membuat Kue Kering Lebaran
Hasilnya : Bisa matang (untung ya...), tampilan - gak jelek jelek amat - apalgi setelah dimasukkan toples dan diwrapping dg plastik, rasa - biasa saja dilidah saya, tp enak dilidah asisten saya.
PUTRI SALJU
Resep yang dipakai - Masih melihat Buku Resep Membuat Kue Kering Lebarang
Hasilnya : Lumayan, Lumayan rasanya , Lumayan tampilannya, menurut saya kurang ngeprul kalo dimakan
NASTAR
Udah mulai takabur - udah merasa gak kagok bikin kue kering ,kai ini pengen bikin Nastar yang spesial Resep yang dipakai - Resepnya Nyonya Astri Nugraha.
Step pertama - bikin selai nanas. Sukses berat, rasanya sesuai dg yang saya harapkan, ada wangi wanginya Kayu manis. Mulai kebingungan saat menghadapi hasil adonannya. Weleh kok pas dibentuk kok lengket semua ditangan. Sementar mbak Astri kasih catatan, jangan nambah tepung terus menerus, adonannya memang lembek. Masukkan kekulkas sebentar.
Akhirnya berhasil juga dibentuk meskipun sedikit sedikit mesti cuci tangan berkali kali.
Hasilnya : Bentuknya - waduh..td perasaan udah berbentuk bulat gilig, kok hasilnya setelah matang bagaian bawahnya jadi melebar?? duh apa yang salah ya???. Rasanya - pas dicobain - maknyos..wangi banget butternya.....hmmm empuk banget , lumer dilidah. Masih jadi Pe er Niy soalnya mau tanya si empunya resep , rasanya beliau pasti sedang sibuk dg bayinya. Selamat ya mbak Astri atas kelahiran puteranya.
Lidah Kucing
Karena banyak persediaan putih telur (10 bj) saya buat adonan Lidah Kucing. Bikinnya gampang banget.
Hasilnya : Kue tidak bisa dikeluarkan dari kertas kue (sebelumya saya tidak punya cetakan lidah kucing), kue lengket semua dikertas. Rasanya - enak sih -sampe Alya bilang "ih kue buatan mama enak banget deh...tp gak bisa dicopt dari kertasnya".
Karena putus asa, adonan tidak saya oven semuanya malam itu. Keesokan harinya saya saya beli loyang lidah kucing ini. Setelah dicoba dipanggang lagi menggunakan loyang lidah kucing. Hasilnya = sama saja. Lengkeeeeeeeeeeeet. Udah deh putus asa.
Any body help me????


Monday, September 8, 2008

Oven

Oven..iya oven yang buat manggang kue dsb. Hari sabtu minggu yang lalu akhirnya saya resmi membeli sebuah oven di pasar. Nothing special. Oven manual yang banyak dijual dipasar - pasar, kualitas rendah malahan, jadi harganya pun murah meriah. Berbekal uang 90 ribu rupiah saja saya sudah bisa membawa pulang oven tersebut.


Meskipun demikian, Oven ini cukup spesial buat saya. Why? Dengan umur diatas 30 ini , baru sekarang saya mempunyai oven. Kaget ya..gak usah heran, Sepanjang ingatan saya, belum pernah sekalipun saya melihat ibu saya membuat kue, cake, cookies , dan ibu saya tidak punya oven juga, wajar kalau saya tidak dekat dengan yang namanya oven. Menyentuhpun belum pernah apalagi menggunakannya.

Saya bukan termasuk orang yang hobby masak, tapi sisi kewanitaan saya belumlah padam padam amat, jadi kadangkala masih punya keinginan membuat kue meskipun amat jarang sekali. Bila keinginan saya timbul, dan kemudian tergerak mencari resep kue, saya akan menskip kue yang harus dioven. Jadi begitu melihat tampilan kue, saya langsung melihat cara membuat yang paling akhir. Begitu ada kata - dipanggang dioven sekian derajat, saya tidak akan meneruskan membaca resep tsb.


Begitu pula kalau temen sekantor membagikan kue hasil buatannya sendiri dan enak, kata-kata pertama yang ditanyakan, cara bikinnya bisa dikukus gak?? Kadang setelah dicoba hasilnya pun tidak semaksimal dibandingkan dengan kue yang dipanggang. Apalagi mengingat Alya termasuk pencinta kue juga sekaligus pengidap alergi dengan namanya bahan pengawet. Kadang kasihan saat Alya minta kue dan saya terlanjur tidak membeli kue ditempat yang biasanya. Jadi sesekali terpikir oleh saya untuk pentingnya punya oven.


Hari itu saya puas sekali karena berhasil meminang "sang Oven" untuk stay didapur mungil saya, setelah bolak balik maju mundur pengen beli oven - demi tuntunan bikin makanan atau kue yang "terpaksa" menggunakan satu satunya alat ini supaya enak dimakan dan memuaskan keinginan Alya untuk makan kue dan disisi yang lain saya keberatan si oven ini menuh-menuhin dapur saya yang kecil mungil - dimana tanpa ada tambahan oven pun , si dapur mungil ini sudah terasa akan meledak.
Selamat bertugas ya oven - misi pertama adalah membuat kue kering untuk bekal mudik si Mbak Nah sama si Nur. Lumayan kan targetnya masing masing orang membawa pulang 5 toples Kue kering daripada beli mahal. Hmm hemat berapa ya?? sudah BEP belum dengan harga Ovennya...he.he.he.he.
Happy Baking!!!!



Thursday, April 12, 2007

Minggu ke -9/Usia Janin = 7 minggu

Kondisi Ibu

  • Semakin mual sepanjang hari
  • Daya penciuman semakin tajam (udah melebihi....**** pelacak..he..hehhe..)
  • Minta dipijit kaki dan punggung secara lebih intensif
  • Mual melihat dan mencium aroma Ayam goreng, apalagi memakannya
  • Gak bisa mandi pake air dingin
  • Minum Vit Biosanbe
  • Buah : Apel Fuji
  • Susu : lagi mual minum susu, jadi sementara diganti yogurt Apel
  • Masih suka banget soto Ayam, rawon, sop daging + ada yang baru, telur ceplok , telur asin

Kondisi Janin

Minggu ke -7/Usia Janin = 5 Minggu

Ibu
*Berat Belum ditimbang lagi
*Mulai merasa mual pagi hari, dan malam hari
*Masih suka ngantuk
*Nafsu Makan = Mulai terganggu, agak malas makan
*Tiap malam minta dipijit kaki + punggung oleh suami
*Susu = strawberry flavour , yoghurt apel
*Masih suka makan empal gepuk
*Masih bisa makan ikan patin bakar
*Mulai suka tempe - tahu orek
*Buah = Apel, Anggur Hijau

Janin

Sunday, April 1, 2007

Minggu ke -6 / Usia Janin = 4 Minggu

Ibu
* Berat Badan 78 Kg saja (obesitas berat bo...)
* Sering mengantuk
* Nafsu makan = relatif normal, masih mau makan apa saja
* Vitamin = Biosanbe
* Susu = Plain, Strawberry Flavour
* Buah Favourite = Apel, Anggur Hijau
* Suka banget makan Empal Gepuk
* Masih mau makan ikan patin, ikan mas, cumi, udang
Janin
* Ukuran janin sekitar 1- 2 mm

Friday, March 30, 2007

Story Behind My 2nd Pregnancy

Sejak Alya ulang tahun ke -3 tahun 2006, saya dan suami sudah mulai bisik bisik. Wah kayaknya Alya sudah mulai besar ya sudah 3 tahun....trus umur kita juga sudah mulai kepala 3, kapan ya kita mulai punya anak lagi, setiap nengokin temen yang baru melahirkan dan melihat bayi mungil dibalik jendela kaca rumah sakit , jadi sering terharu. Istilahnya teh kita (terutama saya) "kabita" sudah kepengin menimang bayi lagi. Akhir-akhir ini saya memang sering banget gendong-gendong Alya pake gendongan = cukin kain batik itu.....padahal kan Alya sudah bongsor banget...sudah gak pantes. Tapi saya masih sering banget nimang-nimang Alya dan memperlakukan dia laksana bayi...he.he..he..

Tapi mulai mikir lagi, Berat badan saya masih abnormal -obesitas, tentunya menurut dunia kedokteran kurang sip kalo hamil dalam keadaan Obesitas. Dari sudut pandang perkonomian negara kayaknya masih "ngos-ngosan" mengingat betapa mahalnya pendidikan jaman sekarang, makanan bayi jaman sekarang dsb, gaji pengasuh jaman sekarang... dsb, dsb........jadi secara itung-itungan ekonomis kita belum siap for "having a new baby".

Jadi sejak tahun kemaren, program diet mulai dijalankan dengan mulai mengkonsumsi WRP, Havermut , jogging dsb, dsb. Sang suami juga makin rajin dikantor berharap mendapatkan promosi, sambil mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan lagi. Sang Istri juga mulai rajin mencoba-coba jualan baju de el el...... Yang pasti target kita tahun 2007 , GNP dalam negri meningkat , badan langsing dan sehat dan siap for "having a baby".

Tetapi rencana-tinggalah rencana, entahlah apa karena kita kurang berusaha dan berdoa, yang pasti menjelang lebaran tahun kemaren kita diuji keimanan dan kesabaran oleh sang Khalik, Allah SWT. Berbagai ujian dari Allah SWT datang menghampiri kita, mulai dari Alya masuk RS, disusul oleh ditemukannya tumor di payudara kiri saya, dan ujian yang sangat menjatuhkan mental saya adalah saat Papanya Alya masuk RS dan keadaannya sangat kritis sekali saat itu. Tak perlu saya ceritakan saat ini, yang pasti atas ijin Allah SWT , Allah Maha Besar, Alya, saya dan papanya Alya diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Alhamdulillah ya Allah atas karunia-Mu yang luar biasa besarnya ini, Alhamdulillah kita masih diberi dan dijaga keimanan kami. .

Dan sampai awal tahun 2007, tidak ada perubahan yang berarti dengan kami . Saya masih obesitas dan malah semakin gemuk , perekonomian pun masih hampir sama dengan taun lalu. Kemudian kita berdiskusi lagi, wah kalau begini terus keadaannya kapan kita mulai mempunyai anak, padahal usia kita sudah mulai bertambah. Akhirnya kita sepakat, semua kita serahkan kepada Allah SWT, kita selalu yakin bahwa Allah SWT tidak akan menguji umatnya diluar batas kemampuan umatnya dan kita berdoa, semoga Allah memberi yang terbaik buat kita. Diputuskan kita berichtiar ya untuk punya anak lagi dan juga berusaha memperbaiki perekonomian negara ini. Manusia berencana, Allah lah yang menentukan

Di akhir January , saya tidak kedatangan tamu bulanan selama lebih dari 2 minggu (sebelumnya belum pernah terjadi). Dan saat itu saya lagi terserang flu parah, dan mengantisipasi bahwa saya hamil , saat itu terpaksa tidak minum obat sama sekali. Takut menulari Alya, saya memastikan kehamilan saya dengan HCG test pack, kalau toh pun tidak hamil at least saya bisa segera minum obat. Dan ternyata hasilnya Negatif. Dua hari kemudian , tepatnya tanggal 8 February 2007 saya kedatangan tamu bulanan saya lagi. Kebetulan saya sempet mempelajari postingan mbak Astri seputar Metode mengetahui masa subur. Tapi karena males, saya hanya menandai perubahan diri saya fisik saja.

Sampai awal Maret , sekali lagi saya tidak kedatangan tamu bulanan. Berdasarkan pengalaman bulan lalu, meskipun sudah telat 2 minggu, saya masih enggan untuk test kehamilan. Ndilalah saya terserang flu berat lagi, dan saya sekali lagi harus tersiksa menghadapi flu hanya dengan bantuan vit C dosis tinggi plus minum air putih anget sebanyak-banyaknya. Lewat 3 minggu, si tamu belum muncul juga. Wah jangan-jangan.
Akhirnya tanggal 29 Maret 2007 -bertepatan dengan Alya B'day , sepulang kantor beli Baso Cak Man (kepingin banget) , trus mampir ke Michelle Bakery buat nyobain cake buat Ultah Alya yang rencanya akan dirayain tangal 3 April 2007 disekolah -(Rasanya agak mengecewakan , masih uenakan Dapur Cokelat , dan beda harganya gak terlalu jauh). Tiba-tiba baru sadar sebelahnya ada Apotek, sekalian beli Seven Seas, Imunos dan Madu Balita buat Alya. Dan kepikiran, ah beli test pack juga ah.....HCG testnya gak ada, adanya Sensitive. Beli 2 biji (gak yakin hasil testnya akan positif).

Tanggal 30 Maret 2007, jam 4 tiba-tiba kebangun kepingin BAK dan inget dengan test pack yang baru dibeli. Tes aja ah.....kalo negatif at least saya bisa minum obat flu. Trus sekenanya cari kantung plastik bersih...trus dites.... Terlihat 1 garis merah. Ya ....negatif deh. Entah kenapa, dipelototin test packnya sampe 5 menit...tiba tiab ada 1 garis merah baru yang agak samar-samar muncul. Kaget?? pasti.........sambil megang-megang testpack, saya bangunin Papanya Alya. " Pah..pah..liatin dong...ini garis merahnya ada berapa?"...Sambil ngantuk -ngantuk dia bilang.." satu". "Ah masak....yang bawahnya itu garisnya merah bukan? Eits..jangan tidur dulu...sini temenin aku." Diem-dieman selama 5 menit, trus aku liatin lagi...," Ini yang bawah garisnya warnanay apa sih?? kayak warna merah ya??, aduh warnanya samar banget siy...". "Oiya ma...itu ada 2 garis...bener tuh 2 garis merah, emang kalo 2 artinya apa?"...........Duh..si papa. " Bener niy pa....coba liat lagi." Iya ya...sekarang keliatan garis merah 2, artinya mama hamil pah....".
Si Papa malah bengong..."hah", trus kita berdua berkaca -kaca sambil mengucap syukur , " alhamdulillah, mudah mudahan mama beneran hamil ya pah."

Duh pemirsa, saat itu kami berdua merasa seperti mendapat rizki yang luar biasa besarnya, kita berpelukan sambil menangis haru. Rasanya seperti mengetahui pertama kalinya kita hamil. Alhamdulillah ya Robbi, Engkau telah memberi amanah yang luar biasa ini kepada kami. Terimakasih ya Allah atas rizkimu ini.

Keesokan harinya tanggal 23 Maret , kebetulan cuti untuk persiapan ultah Alya saya memutuskan ke RS Hermina, saya ajak Alya - dan saat itu dokter yang available sore itu adalah Dr. Husein Sutakaria. Dr. Husein ini adalah dokter kandungan sewaktu hamil Alya dr awal - bulan ke 6, setelahnya ganti dokter karena RS tempat prakteknya dulu terlalu jauh dengan rumah kontrakan saya waktu itu. Ternyata kehamilan ke-2 ini dokter yang memeriksa juga dokter yang sama.

Sewaktu di USG si dokter bilang," ini terlihat kantung kehamilan, tapi masih terlalu tipis ya...." Nanti 2 minggu lagi periksa ya....jangan deh 1 bulan lagi saja". Saya," Gak papa kok dok, 2 minggu lagi saya kesini untuk memastikan kalo saya hamil". Dokter, " Lho gimana sih ibu ini, ibu ini emang sudah hamil....2 minggu lagi saya akan umrah dulu, kalo gitu tanggal 21 April saja ya ibu datang lagi".
Oalah dokter, saya pikir tadi dokternya belum yakin dengan kehamilan saya karena dokter bilang kantung kehamilan saya masih terlalu kecil dan tipis terlihat. Dokternya baik sekali, bahkan diperbolehkan melihat monitor USG dan menjelaskan kehamilan saya kepada Alya. Alya senang sekali, dipikirnya dia akan melihat wajah bayi di monitor tersebut, sampai Dr. Husein tertawa-tawa mendengar komentar Alya.
Alhamdulillah ya Allah atas rizkimu ini. Amin.