Monday, May 11, 2009

Semangat Solusi

Baru beberapa saat yang lalu saya curhat di blog dengan mengutip kata - kata Pak fuad Mufti (Komunitas TDA) bahwa sbg usahawati kita harus siap diuji, ditempa masalah apapun itu bentuknya. Solusinya tergantung kita sendiri , mau mundur teratur, jalan ditempat, lari mencari solusi dsb.

Seperti pengalaman saya sendiri, kalau dihitung hitung saya merintis usaha pertamakali adalah Menjual Nasi Kuning dan Nasi timbel di Mall Warung Jambu. Baru 2 minggu usaha, masalah berat sudah muncul tukang masak sekaligus tukang jualan saya mengundurkan diri. Tapi saya tidak menyerah saat itu, alhamdulillah saat itu juga saya mendapat tukang masak gantinya yg lebih oke punya bahkan dia yang menginspirasi saya membuka catering kantoran sampai saat ini .

Dan setelah sukses ditutup 2 bulan kemudian karena penjualannya terjun bebas dan sudah mentok tidak bisa inovasi produk dan develop produk dan terganjal dengan sewa resmi yang mahalllll banget. Tapi sebelum ditutup saya sudah sedia payung sebelum hujan, terima pesanan saya genjot mati matian dan saya buka Kedai Soto Mie dikantor saya.

Alhamdulillah pesanan tumpeng, lunch box mulai lancar. Tetapi untuk Soto Mie, dari hari pertama pun saya sudah realize bahwa partner bisnis saya penipu sekaligus koruptor. Kalau boleh menyerah, saya saat itu sudah menyerah. Sungguh ujiannya luar biasa berat. Satu bulan pertama itu rasanya saya sedang berada di kawah candradimuka. Tapi tidak.....saya tidak mau menyerah dengan hal ini, saya yakin ada solusi dari Allah SWT.

Hikmahnya...luar biasa, meskipun akhirnya partner bisnis saya si tukang soto mie terkenal itu menipu dan mencampakkan saya begitu saja , Alhamdulillah usaha saya soto mie lancar - lancar saja sampai saat ini dan justru saya menemukan partner yang betul betul luar biasa. Tukang masak soto mie, sekaligus pelayan, merangkap tk belanja, merangkap accounting, merangkap bisnis advisor, merangkap partner bisnis saya..... Alhamdulillah. Ternyata betul, ternyata kegagalan itu membuat kita tambah pintar asalkan kita tidak menyerah.

Baru - baru ini usaha catering saya diambang mati suri, sudah hampir saja bikin surat pengunduran diri untuk PP Dirganeka, koki lama saya resign dan istirahat untuk jangka waktu 1 bulan. Sudah mencoba kesana kemari selama 2 minggu untuk mencari tkg masak, hasilnya nihil. Sementara saya masih harus tetap bekerja dan tidak mungkin saya menjalankan usaha catering sambil bekerja tanpa ada koki masak. Sudah dapat koki masak, ternyata gadungan, bikin sambal aja 2 jam sendiri. doh kapan deliverynya.

Sekali lagi saya tidak menyerah, bahkan dg beraninya saat posisi koki masak saya sedang kosong , saya justru tidak menampik order baru dari perusahaan yang lain dan menerima pesanan dalam jumlah seratus sampai 2 hari berturut turut.

Mungkin orang bilang saya nekat. Iya betul...saya memang nekat. Sekali lagi datang lagi pertolongan dari Allah. Dengan mondar-mandir dari satu kampung kekampung yang lain , keluar masuk agen , yayasan penyalur , Saya mendapatkan Juru Masak terbaik buat saya. Jago masak segala rupa masakan dan kue.

Alhamdulillah, itu yang selalu terucap dari bibir saya. Allah itu maha besar...

Jadi teman-teman yang saat ini menjalankan bisnis dan sedang menghadapi masalah, please..istiqomah , jangan menyerah ya......insyaallah akan ada jalan dari Yang Diatas. Amien.

Tuesday, May 5, 2009

1 1/2 Ons Lada

Bumbu :
Bawang Merah - 1/4 Kg
Bawang Putih - 1/4 Kg
Kemiri - 1/4 Kg
Lada - 1 1/2 Ons
Jahe - 1 Ons

Mang...saya memang tidak pengalaman sama sekali membuat bumbu seperti sampean, tapi saya masih punya akal sehat bahwa 1 1/2 ons merica itu bisa membuat kuah buat sekampung. Jadi sampean salah Mang, kalo mengira saya menelan mentah-mentah resep bumbu yang kamu kasih ke saya tempo hari. Apalagi menabur sebanyak 150 gram merica kedalam bumbu itu. Oh no.

Tapi terimakasih ya, Mamang justru membuat saya dan partner baru saya menjadi kreatif dan makin pintar meracik bumbu seperti dirimu. Alhamdulillah setelah 2 minggu jalan, pelanggan yang makan dikedai saya berkata " Rasanya kok lain ya...lebih mantappppppp ".

Alhamdulillah....gusti allah mboten sare.

Tuesday, April 14, 2009

Struktur Organisasi Kedai Kita

Direktur Utama : Luky Ekowati (Merangkap tk masak, bag. purchasing, finance controller, mandor)
Dewan Direksi : Gugun Gunawan Suparman

Karyawan :
1. Mang Ujang - Partner Bisnis sekaligus Chef Kedai Kita Soto Mie (Per13 April sudah berhenti jadi partner bisnis secara tidak ksatria)
2. Dasri - Finance Manager Kedai Kita Catering merangkap kasir Kedai Kita Soto Mie (Per 1 May 2009 - Upgrade menjadi Partner bisnis Kedai Kita Soto Mie)
3. Daday - Karyawan Kedai Kita Soto Mie (Per 13 April sudah resign)
4. Neneng - Chef Kedai Kita Catering (Per 25 Mei sudah resign)
5. Mbak Nah - Contractual Chef (Spesialis Nasi Kuning, Nasi Uduk)
6.Mang Keni - Driver (karena belum punya inventaris mobil box, terpaksa langganan ojek dulu hehehe)
6. Alya - Assistant lipat kardus, tester specialist kue
7. Asha - Assistant khusus acak-acak
8. Tba - mudah mudahan bisa cepet hire Chef Assistant baru

Monday, April 13, 2009

Happy Birthday Papa

Suamiku,
Selamat ulang tahun ya sayang,
Semoga Allah selalu melimpahkan
Barokah , Rahmat, Hidayah, Kesehatan dan Kemuliaan buat Papa.

Semoga Kasih sayang dan cinta putih papa tidak pernah luntur
Untuk saya, Alya dan Asha.
Semoga kelembutan , perhatian dan senyumanmu selalu
tertumpah untuk kami.
Semoga tangan-tangan kokohmu selalu mampu memeluk dan
melindungi istri dan anak-anakmu

Amien ya robbal alamin.

Monday, March 2, 2009

Kedai Kita





Bismillahirohmanirohim,
Hari ini Saya memberanikan diri untuk nekad membuka Kedai Kita di Kantin Beltway Office Park Building. Di Kedai Kita ini menjual Soto Mie Bogor dan Sate Madura. Rasanya mak Nyoss. Target market adalah karyawan yang berkantor di Beltway Office Park Building.
Untuk modal saya nekad menggunakan uang saya sendiri, modal awal yang saya keluarkan totally kurang lebih Rp. 4.000.000, sudah termasuk pembelian segala macam perabotan, perlengkapan, promo material dan sewa untuk satu bulan.

Sedangkan untuk mengelolanya saya bekerja sama dengan tukang soto mie yang sudah saya kenal sejak tahun 1999 dan dibantu oleh satu asisten.

Alhamdulillah di hari pertama ini penjualan ludes..cuma menyisakan beberapa kerat daging. Mudah-mudahan usaha saya yang kedua ini bisa menjadi barokah untuk banyak orang. Amien.

Insyaallah saya akan terus sharing ttg kelanjutan Kedai Kita ini.

Salam,

Luky Ekowati


Thursday, February 19, 2009

Review Kedai Nasi Kuning & Nasi Timbel

Satu bulan setelah dibukanya , Kedai Nasi Kuning & Nasi Timbel masih menebeng di Kafe Ritzky dengan uang sewa Rp. 450.000/bulan dengan catatan saya tidak boleh mendisplay makanan saya - karena kafe ritzky core bisnisnya adalah jualan minuman, setelah ganti formasi sales girlnya menjadi sales man dan ganti formasi kokinya.......alhamdulillah penjualan sudah mulai stabil di angka 40 Porsi. Rasanya pun sudah mulai stabil.


Pelanggannya sudah jelas, para pegawai kios HP yang ada di Mal Jambu Dua. Harga yang dibandrol untuk Nasi Kuning Rp. 5000/box untuk Telur balado, dan Rp. 7.000/box untuk ayam. Sedangkan nasi timbel kami mematok harga Rp. 8.000/box. Untuk nasi kuning isinya kurang lebih adalah sbb: Nasi Kuning, Sambal goreng kentang, kering tempe, sambal, telur balado /Ayam goreng, krupuk. Untuk Nasi Timbel komplit : Nasi timbel, Ayam goreng, tahu/tempe, sayur asem, ikan asin, sambal terasi, lalap. Rasanya? Memuaskan.



Kedai Nasi Kuning dan timbel ini didrop di Kafe Ritzky Mal Jambu Dua, Bogor dari Jam 7.30 pagi dan rata-rata habis pada pukul 14.00 siang. Libur hanya di hari Senin. Uang setoran baru bisa diambil pada malam hari jam 19.00 - 19.30 WIB.


Target saya, saya harus memiliki kios sendiri, supaya saya bisa membesarkan Kedai Nasi Kuning & Nasi timbel ini. Terus terang saya kurang puas dengan sistem penjualan yang sekarang. Tapi untuk sewa kios di warung jambu , buat saya masih belum berani secara sewanya mencapai Rp. 2.500.000/bulan.


Yo wislah..bismillah, saya pasrahkan sama Allah SWT saja ...insyaallah dan saya yakin Allah akan memberi kemudahan bagi saya. Amien.


Keep on Fighting ....Just Do It...Yes You Can

Salam Sukses

Luky Ekowati

Thursday, February 5, 2009

New Born (Part II)

Sebetulnya seandainya saya punya modal nganggur 10 - 15 Juta saya pasti bisa memulai usaha tanpa pusing pusing amat. Sayangnya tidak demikian. Tapi saya tidak menyerah, allah tidak suka orang yang menyerah sebelum berusaha kan?
Setelah memeras otak, dan hunting dan keluar masuk ke tempat-tempat usaha (mall, pertokoan, pasar, pusat jajanan dan segala macem), tiba tiba disuatu mall saya merasakan kalau sedang menemukan suatu ilham. Ide itu keluar begitu saja. Saya lontarkan ke partner saya. Saya ingin berjualan makanan disini, makanannya ini - ini dan saya yakin laku - karena keliatannya makanannya tidak lazim dan belum pernah ada yg menjual di mal ini. Tapi karena saya tidak punya modal usaha untuk menyewa kios di mal tersebut, harus ada cara lain. Apa ya cara itu??
Allah memang maha pemurah dan maha kaya, mungkin Allah melihat saya bersungguh-sungguh. Entah bagaimana semuanya mengalir begitu saja, ada kenalan papanya alya yg mau menyewakan sebagian kiosnya ke saya (saya boleh menyewa dg pemilik kios dg harga yang masih terjangkau kantong tipis saya), asisten dirumah pun bersedia menjadi juru masak sekaligus salesgirl, pengasuh saya bersedia membantu tanpa tambahan gaji yg berarti. Tiba tiba semua jalan menjadi terbuka buat saya.
Rencananya sudah sangat matang. Manusia berusaha dan berencana Allah jualah yang memberi ketentuan. Beberapa saat menjelang opening usaha ini saya dikasih ujian sama Allah. Sempat turun mental dan vaccum selama beberapa minggu. Untunglah masih tersisa Asa dihati saya. Saya tidak boleh menyerah dg situasi ini. Saya harus bangkit.
Singkat cerita setelah persiapan selama kurang lebih 1 minggu, tepat tanggal 19 January 2009 saya resmi memulai usaha kelas gurem ini. Ya....mimpi saya untuk mempunyai warung tegal memang belum bisa terwujud sekarang. Yang bisa saya wujudkan saat ini adalah saya berjualan aneka Nasi Kuning dan Nasi Timbel Komplit di salah satu kantin di Mall Warung Jambu Bogor. Segmennya adalah kelas menengah kebawah, harga produk saya ini murah, enak dan yang pasti higienis.
Tapi saya tidak boleh menyerah dg impian saya itu, saya akan tetap berusaha untuk mewujudkan mimpi saya itu. Insyaallah allah memberi saya umur panjang dan kesehatan dan mental baja tentunya.
Alhamdulilllah, atas seijin allah usaha saya pertama kali ini berjalan dg lancar. Hari itu kami berspekulasi menyiapkan dagangan sebanyak 45 porsi dg asumsi untuk menjajal pangsa pasar dan kemampuan pasar untuk membeli produk saya ini seberapa besar toh kalau pun tidak terjual banyak kami akan bagikan ke anak jalanan dan fakir miskin - tak disangka dagangan saya laris manis tanjung kimpul, yang tersisa sekitar 2 porsi saja.
Alhamdulillah Ya allah, nikmat banget rasanya - menerima barokah dari Allah yang luar biasa besar ini. Nikmat luar biasa meskipun margin yang saya terima saat itu belum bisa menandingi gaji saya perharinya. Meskipun itu artinya saya harus mengorbankan waktu tidur saya menjadi tinggal 2 jam sehari . Tanpa seijinnya kami tidak mampu seperti saat itu.
Hari itu saya bangga sekali, saya bisa mengalahkan kemalasan saya, ketakutan saya. Memang terlalu dini rasanya saya menceritakan hal ini. Tidak mengapa. Supaya saya bisa merekam bahwa saya pernah punya semangat yang luar biasa untuk belajar wirausaha.
Hari akan terus berganti, hari ini hujan mungkin esok hari cerah. Allah tidak selalu hanya akan memberi kesulitan , tapi juga kemudahan. Semua masalah pasti ada solusinya. Saya yakin itu.
Keep on Fighting....Just Do It. Itu moto saya sekarang ini.
* Cerita ttg usaha saya ini akan terus saya update. Entah itu cerita suka ataupun duka.