Thursday, October 22, 2009

Oktober Kelabu

Sepanjang karir perbakulan nasi saya, bukan cuma sekali saya merasakan pahit getirnya roda usaha. Saya sadar bahwa roda itu selalu berputar, kadang diatas, kadang dibawah. Dengan modal yang pas-pasan dan begitu banyak rintangannya tetapi saya tetap berusaha menggerakkan roda-roda warung saya supaya tetap dapat berputar.


Untuk urusan capek, begadang , kurang tidur, dsb itu hanyalah gangguan fisik semata. Artinya obatnya mudah. Tinggal pijet, tidur yang cukup , makan yang banyak, dan harusnya sih olahraga, insyaallah semua akan beres. Tidak..saya tidak sedang mengeluh bahwa saya capek.


Bahkan saya pun tidak merasa hebat dikala ada orderan marathon berari hari dan membuat mata saya harus terjaga berhari hari, karena setelah malam begadang, pagi anter pesanan dilanjutkan dengan ngantor, sepulang kantor mesti belanja lagi, masak lagi, begadang lagi dan seterusnya.
Dimana orang - orang sekitar saya akan berdecak kagum, adik ipar saya -hesti seringkali menginterogasi Piyu - asisten masak saya "hah emang mbak luky juga ikut begadang kalo lagi ada pesenan?? ...jadi mbak luky kapan tidurnya?? abis itu masih kerja? Hebat banget"
Jujur saya tidak merasa hebat sama sekali. Buat saya ini merupakan kewajiban yang harus saya kerjakan. Suatu keharusan. Buat saya ini masalah komitmen dan responsibiliti. Jadi no way kalo saya merasa bangga apalagi hebat....
Bahkan asisten saya (piyu) disaat senggang seringkali berkata, "ibu hebat ya.....segala rupa dikerjain dan dipikirin dari A - Z, gak ada capek-capeknya, kok ibu bisa sih...dan masih tetap perhatian sama kita kita".

Jawaban saya sederhana, semuanya terbayar saat customer saya mengatakan, " mbak...makananmu habis digasak anak anak", "Mbak..makannya enak banget..tks banget ya mbak...", "Mbak..ibuku seneng banget dg masakannya semuanya pas.....". Arggghhhhhh serasa mendengar desir angin surgawi rasanya mendengar atau membaca testimoni mereka.
Bahkan ex teman kantor saya yg menjadi bakul kue pun sempat mengajak untuk berlomba bisa nampang ditabloid masakan. Saya dengan santai menjawab, " maaf ya kita beda trayek nih..bukan kebanggaan buat saya bisa mejeng di tabloid, saya mah cukup offliner ajah".
"Jadi apa dong yg bikin mbak luky bangga?" . Saya amat sangat senang dan bangga ...saat customer saya puas dan bahagia setelah mencicipi masakan saya. Dan satu lagi, seneng dan bangga dah bisa bikin asisten asisten saya yg jumlahnya hanya 3 orang wajahnya berseri seri dikala menerima persenan setiap kali mereka selesai begadang.
So simple. Saya tidak berusaha berpikir yang susah.

Tapi jujur, meskipun saya suka dipuji ,...tapi saya bukanlah orang yang anti kritik. Ada banyak kritik membangun yang lewat telinga saya, " Mbak...irisan kol soto mienya kurang halus....susah dimakannya" atau " Mbak Empalnya sih emang enak ya...tp ayam gorengnya agak biasa aja rasanya" atau kadang " Luky...kemaren urapnya pas agak sore dikit kok udah basi ya" atau ada jg ada pelanggan yg asli sumatera yg salah mendeskripsikan masakan, "luky ....opor ayammu terlalu encer santennya ...kurang nendang" - halah...ingat ya bu..ini opor bukan kari ayam atau gulai ayam...please deh. Tapi saya masih mampu menghadapinya dengan senyum , memberi penjelasan secara baik baik dan semuanya menjadi perbaikan buat saya.

Justru kritik membangun seperti itulah yang menjadikan rasa masakan saya menjadi mantap, sayur asem saya seringkali dipenuhi pujian, sambal terasi saya menjadi pelengkap yang harus diperhitungkan keberadaannya apalagi empal gepuk saya kualitasnya terjaga. Ini berkat kritik membangun itu.

Dan pertengahan oktober lalu adalah betul betul hari yang kelabu, tepatnya hari sabtu tanggal 10 oktober adalah menjadi catatan terkelam sepanjang sejarah kedaikita catering. Hari itu saya betul betul mengutuk kebodohan saya. Hari itu saya sedih sekali, sudah menyakiti perasaan beberapa orang. Amat sangat sedih.

Awalnya saya mendapat order lumayan besar dari salah seorang wanita cantik yg sedang hamil besar. Beliau akan pindahan rumah dari apartemen ke salah satu town house didaerah Kampung Rambutan. Pertengahan puasa beliau meminta tester untuk nasi kuning, krn beliau mau memesan tumpeng. Kebetulan bulan puasa banyak banget orderan nasi kuning, dan setelah mencicipinya beliau langsung suka. Enak banget katanya dan memutuskan untuk pesan kekedaikita catering.


Beliau sudah memberi ancar ancar kapan pesannya, sudah fix tanggalnya, mau pesan dalam jumlah besar, dan variannya macam macam, tumpeng, nasi box, sate ayam, puding segala rupa, buah buahan, kue tampah, snack. Tapi jumlahnya baru diberitahu beberapa hari sebelumnya. Itupun beliau sangat detail dalam memesan makanan, krn yang datang adalah keluarga besar - banyakan sesepuh. Jadi pengennya perfect dalam hal rasa. Bahkan beliau untuk sambal goreng kentang minta hati sapi lokal yang tentunya lebih susah nyari hati sapi lokal dibanding hati sampi impor yang selalu siap tersedia di supermarket, itupun minta harus ditambah udang kecil dan beliau bersedia mengeluarkan extra money untuk hal ini. Untuk Kering tempe teri kacangpun beliau wanti wanti harus sama persis dg yg beliau icipin tempo hari. Tumpengnya pun harus persis dg tumpeng yg saya pajang di headline blog saya.


Ditengah tengah minggu tiba - tiba ada ibu separuh baya yg menelpon saya dan ternyata memesan nasi bogana Untuk 60 Box. Saya menyanggupinya krn antarnya pun dekat dg rumah saya dan nasi bogana beserta lauk pauknya amatlah mudah saja. Ternyata beliau satu alumni dg saya di IPB, dan beliau berkata bahwa beliau amat sangat sering mengadakan acara. Jadi seandainya first impression dia akan memesan lagi -jadi langganan.


Dan hari kamis pagi tiba tiba pelanggan baru saya di astragraphia (yg notebene tiap hari sabtu sering pesan lunch box) menelpon dan akan pesan lunchbox -sebanyak 35 box beserta snack untuk coffee break.

Jujur- saya kemaruk. Serakah. Saya prediksi semua selesai pada waktunya.

Hari kamis saya sudah mulai persiapan, piyu sang asisten sudah saya beri catatan panjang untuk belanja dan saya pun berencana jumat akan pulang agak lebih awal. Ternyata kenyataan belum tentu seindah angan. Piyu menghabiskan hampir 12 jam hanya untuk berbelanja dan hari itu saya pun harus lembur krn bos saya akan meeting di Bangkok. Semua agenda molor semolor molornya. Dengan beban kerja seperti itu, saya dan kru belum sanggup menerima order sebanyak itu dg tukang masak hanya 1 orang, meskipun asisten aktif ada 2 orang.
Dan saking sibuknya kami, alya dan asha main diluar rumah dan terjadilah sesuatu yang membuat saya saat itu menjadi kalang kabut. Asha jatuh terguling guling didepan rumah tetangga, wajah bagian kirinya menggusruk aspal jalan. Berdarah-darah dan otomatis saya panik luar biasa. Saat itu papanya anak-anak sudah seminggu ada di Bengkulu.

Pesanan diantar tidak on time. Amat Sangat terlambat. Amat sangat mengecewakan. Saat itu yg ada dipikiran saya, gimana caranya pesanan ini sampai ditempat customer, masalah customernya marah besar dan mereject pesanan, saya akan menerimanya dengan besar hati. Karena bagaimanapun juga ini murni kesalahan saya. Seenak apapun rasa masakan saya, saya yakin, customer saya tidak akan peduli.

Pelanggan amat sangat kecewa, saat itu saya berusaha tegar untuk menghadapi semua termasuk rasa malu yang amat sangat. Saya berusaha memberitahu mereka bahwa mereka boleh memperlakukan apapun yang mereka mau asalkan sedikit bisa meringankan rasa malu mereka terhadap tamu-tamunya. Duh gusti. Seumur hidup saya, saya merasa hari itu saya merasakan telah melakukan kejahatan luar biasa kepada customer saya. Astaghfirullah......Maafkan dosa hambamu ini ya allah, maafkan hamba yg telah jahat mengecewakan dan mempermalukan perasaan para pelanggan saya - itu teriakan kata hati saya.

Arggghhhh seandainya waktu bisa diputar ulang, saya tidak akan menerima ke-3 order dg jenis masakan yg amat sangat berbeda beda.

Singkat cerita, setelah makanan ada ditangan mereka dan beberapa bagian makanan direject oleh mereka, dan setelah saya meminta maaf yang sebesar besarnya meskipun saya yakin apapun tidak akan bisa menggantikan kekecewaan mereka, saya masuk mobil. Piyu melihat keadaan emosi saya saat itu dg amat prihatin. Tanpa berkata-kata dan melalui pandangan matanya saya tahu dia sedang berusaha menyemangati saya. Tapi perasaan saya terlanjur remuk redam.

Ditengah perjalanan pulang masih sambil menyetir mobil , pertahanan saya jebol, puluhan kubik air mata saya tumpah tak tertahankan, laksana air bah yang berusaha menggenangi hati saya yang sakit tak terperikan. Saya marah dg diri saya sendiri, saya merutuki cara berkerja saya, saya menyalahkan diri saya sendiri. Sebegitu bodohnya kah saya?? Sebegitu jahatnya kah saya?

Stop. Yah saya menyerah. Ini saatnya saya menyerah. Saya tidak akan menambah jumlah orang yg terluka karena saya. Saya belum mampu. Catering tidak hanya identik dg rasa masakan yg selama ini menjadi fokus utama saya. Service ..yah..saya telah melupakan Service.

Asisten saya tidak berani berkata sepatah katapun melihat saya patah arang seperti itu. Diam tergugu. Malam itu hati saya merenung. Merenung dan malas melakukan apapun. Sesekali saja saya masih membetulkan posisi tidur asha yang tidur dengan gelisah, mungkin lukanya menyisakan perih yang mengganggu. Hati saya malam itu pun masih amat sangat sedih dan galau, membayangkan kekecewaan diwajah customer saya. Malam itu saya putuskan untuk berhenti di catering services.

Keesokan hari saya masih harus memenuhi kewajiban saya untuk mengerjakan pesanan soto mie bundanya neng rayya. Subuh itu masih ada sedikit sisa energi untuk mengerjakan pesanan soto mie. Dan saya ajak seluruh anggota keluarga saya untuk mengantarkan pesanan dan sepulangnya saya bermaksud mengajak anak anak dan seluruh asisten saya untuk jalan - jalan dan makan. Tepatnya untuk melipur lara dihati saya. Minggu sore perasaan saya mulai terkendali. Saya mulai bisa menarik garis senyum dibibir saya.

Hari senin pagi, saya bertekad untuk mengakhiri catering service. Saya ingin fokus buka warung. Saya baru merasakan bahwa mengerjakan pesanan jauh lebih menguras emosi saya. Saya selalu khawatir masakan saya tidak berkenan di lidah customer, saya selalu khawatir akan mengecewakan customer.

To be continued.

Thursday, October 15, 2009

Maen ke rumah Rayya

Hari minggu lalu, ibu neng raya - jeng dina pesen Soto Mie buat acara Ultah si cantik Raya sekalian arisan....Jadi akhirnya kita bertemu dg keluarga Wurjanto ini.

Setelah order berkali kali buat acara kantornya - 8 x order ya din..Many thanks honey.... Mestinya kita punya cukup waktu at least buat bertatap muka barang sejenak. Sayangnya saya selalu terburu buru dan gak sempet setor muka ke dina. Jam kerja - dah telat ngantor.

Rayya Tanisha Wurjanto - Happy belated birthday ya cantikkkk..semoga tambah cantik, pintar dan jadi anak sholehah kebanggaan ibu dan ayah. Pssttt jangan lupa..cepetan minta dikasih adek sama ibu ya cantik yah...

Keluarga Wurjanto memang amat sangat ramah..terutama ibu gaul yg cantik, dan menjulang tinggi ini. He.hehehhehe ruamah puolll. Sampe kami pun malas beranjak pulang...hehehe. Ayahnya neng rayya pun ternyata asik juga lho- suka humor...pantesan raya nempel terus sama ayah ya. Maaf ya dina...aku bawa rombongan sirkus kemaren.

Ni dia fotonya....ternyata rayya itu memang betul betul bongsor....serasa dah umur 3 tahun padahal ini saja baru ultahnya yg kedua.. gak heran deh, kl ternyata ini keturunan dari sang ibunda yg konon asupan gizinya oke banget - AsI sampe 6 tahun..hehehe.


Fotonya belum semua di upload, masih ketinggalan di kamera..termasuk foto bareng jeng dina sama mamiyoo. Nyusuuullll yah.
Foto. Ini Rayya...cantik kan??






Foto. Ini foto raya sama bunda....(uggh sayang ada backgroundnya - si mbak nah)

Foto. Asha wajahnya babak belur, krn tragedi hari sabtu......




Tuesday, October 6, 2009

Papiyoo, We'll miss u





This is the time....

Sebetulnya bukan sekali ini papiyoo tidak ada disebelah saya, duluuuu jaman pacaran pun ......saya sering ditinggal Aa' Gugun ke pedalaman hutan belantara di Kalimantan. Maklum soil scientist....buat dia bepergian macam gini sungguh mengasyikkan. Kebalikan dengan yg ditinggal - merana, sedih, gundah gulana. Mana waktu itu sama sekali gak ada hub. telepon sama sekali. Persis kayak mikirin orang hilang rasanya.


Setelah menikahpun, saat Alya umur 1 - 2 tahun saya ditinggal dinas luar kota. Saya tinggal diBogor dan Aa' Gugun tinggal di Medan.

Jadi sudah biasa dong?? Enggak jugaaaaaaa. Teuteup aja...berat di hate. Apalagi perempuan macam saya yang sok sok melo gini. Bukan perempuan tangguh. Teteup dong nangis bombay (iya dina..betull, kemaren saya lg seru serunya nangis..kakakkakakak).

Bahkan saya khusus cuti 1 hari hanya untuk melepas papiyoo ke bandara. Untung pak bos sedang amat sangat ingin mencuri hati saya untuk tetap assist beliau. "Cutilah....."
Jadi terhitung kemaren sore, saya harus menjadi wonder women untuk membesarkan 2 gadis kecil saya yang masih amat sangat sering bertanya "Papiyooo mana?", terutama si kecil Asha. Bahkan Alya pun sempat demam 40 derajat, menjelang papiyo pergi.
Semalam alya bertanya lagi ," mami...kenapa kemaren mami menangis?" Yah kemaren siang, setiap memandang wajah papiyoo...saya kembali sesenggukan . Sempet uncontrolled dan tertangkap basah oleh alya . Bahkan kita bertiga berpelukan lamaaaa banget. Dan Alya yang sudah mulai berempati mengelus lembut rambut saya dan bertanya , kenapa saya menangis. Ughhh my baby alya.......dia sungguh seperti papiyooo. Berhati baik, lembut dan berempati.
Sedih aja, biasanya setiap ada masalah apapun yg mengganjal batin saya, entah itu kecil atau besar, papiyo selalu ada buat saya untuk bercerita, bersandar dan berlabuh. Beliau ada untuk saya demi mengajari saya belajar sabar dan bahkan mengajari saya untuk belajar memberi maaf dan ikhlas.
Semalam saya begadang - bukan - bukan karena terima pesanan, tetapi mata saya susah terpejam, inget terus sama Papiyooo. Soalnya biasanya saya ikutan ngantuk kl liat posenya papiyo jatuh tertidur saat nonton tv or saat nemenin anak anak tidur.
Semoga kepergian papiyoo barokah dan mungkin ini jawaban Allah atas doa-doa kita. Semoga Papiyoo sehat dan sukses terus dan doakan istrimu ini kuat ngadepin apapun ya pap. Amien.
We'll miss u so much Papiyoo. W love u Fullllll.
Mamiyoo - Alya - Asha

Tuesday, September 29, 2009

Feeling Blue.............

Mohon maaf lahir dan batin...maafkan jika ada kata dan sikap yang menyakiti hati sahabat semua.
Di awal-awal puasa yg baru saja berlalu saya sangat bersemangat dan sungguh bahagia. Alya yang rajin ikut sahur dan berpuasa, rajin hafalan surat surat pendek dan bahkan rajin sholat serta sudah hafal doa iftitah , ruku maupun sujud. Bahkan saat ini alya sudah memasuki juz 4 kitab suci Al quran. Alhamdulillah.
Dan sayangnya saya tidak tahan godaan duniawi, keder dengan recehan rupiah. Semua order saya lalap sampai sampai tidak mengukur kemampuan diri sendiri. 2 minggu diakhir ramadhan saat orang sedang rajin rajinny i'tikaf dimasjid, saya malah sibuk begadang sampai pagi di dapur. Astaghfirullah ya allah....ini ujian yang sungguh berat buat saya. Maafkan hambamu yang sungguh-sungguh tamak ini ya Allah. Duh malu. Tp saya harus tulis, untuk catatan saya , mudah -mudahan saya masih dipertemukan dengan bulan penuh berkah dan ampunan dan saya bisa betul betul semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Amien.
Bahkan saya baru kali ini mengalami komplen berat dari customer. Hoah..susah ya ternyata menjadi marketer yang baik. Handling customer komplain. Kuhitung sudah ada 3 customer yg komplen cukup berat. Nanti pasti akan saya sharing saat sudah semangat lagi.
Goal tahun depan: saya tidak boleh beraktifitas didapur disaat bulan suci ramadhan.
Saat ini rasanya nano nano.....banyak kepengennya dan masih banyak pr numpukkkkkk tapi malessssss ngapa-ngapain :
1. Ada masalah besar - musibah tepatnya dan menimpa pada diri mbak nah. Sabar ya mbak. Saya mendukung apapun keputusan mbak nah.
2. Saya sedang negosiasi dengan pak bos niyyyy....hehehheheh menyangkut masalah pekerjaan tepatnya. Doakan berhasil ya teman.
3. Memenuhi sisa sisa order yg sudah dibuat sejak sebelum lebaran, terutama pesanan kantornya neng dina - bundanya neng rayya yang bertubi tubi sejak puasa hingga sekarang. Din...lama lama gue ngantor di menara rajawali aja ya...hehehhehehe. Thanks for the order ya non.
4. Pengen banget upload foto pesanan sekalian promosi....tp rasanya kok betul betul malass ya?
5. Pengen banget upload foto pulang kampung lebaran kemaren dengan rute Brebes (kampung mbak nah) - Sumedang - Subang (Jl. Cagak) - Bogor.
6. Dan yang paling bikin saya gak semangat saat ini adalah Papa musti pindah kerja ke Bengkulu...hiks..pengen ikuuuuuuuuuuuuuuut. Pengen gak ngebolehin...tp gimana ya? tawarannya amat sangat membantu perekonomian keluarga kami. Mudah - mudahan kepindahan ini barokah ya papiyoo, mudah mudahan Allah meridhoi jalan menuju Roma ini. Doakan istrimu kuat ya papiyoo, kalo gak kuat, mamiyoo akan ikut pindah juga....hiks hiks hiks.
7. Pasang internet dirumah supaya bisa chatting terus sama papa.....eh ada yg mau ngasih Blackberry gratisan gak???? hhahaaaaaaaaaaaa.
Hoahhhh dah curhat tp lom lega juga rasanya. Papiyooooooooo....................
Sorry ya....sudah bikin yg baca jd bete juga.............maaaf.

Tuesday, September 15, 2009

Ketika Harus Memilih

Peragu. Belum sembuh rupanya penyakit lama saya ini.
Sudah diniatkan sejak kemaren untuk mengatakan yang sebenarnya , sudah semangat bahkan sudah sampai mendapatkan energi baru.
Dan hari ini harus melempem lagi ketika tangan-tangan kokoh yang tak nampak itu rupanya keberatan apabila harus kehilangan saya. Kehilangan sosok saya untuk selalu hadir menemaninya selama 10 tahun terakhir ini.
Hmm apakah kebahagiaan saya tidak ada artinya untuk mu? Sehingga sedemikian rupa engkau halalkan segala cara untuk menghalangiku. Yah saya rasa saya akan bahagia diluar sana.
Biarkan saya mencari keberuntungan diluar sana. Saya memilih untuk mengepakkan sayap dan pergi meninggalkannya. Hari ini menjadi awal, mari kita lihat dan buktikan sejauh mana kekuatan kepak sayap saya untuk terbang menjauhinya. Atau justru tak mampu terbang?????
Jakarta 15 September 2009

Friday, September 4, 2009

I do, We do and then You Do

Pernah merasakan sulitnya mentraining orang?. Apalagi orang yg kita ajari adalah orang yang betul betul baru dan tidak expert dibidangnya. Bisa bikin pusing tujuh keliling kan? Itu baru mentraining, belum lagi memberi kepercayaan penuh atas keahlian tsb. Wadauuuu membayangkannya aja kadang membuat saya senewen sendiri.




Seperti yang saya alami saat menjalankan usaha makanan ini. Untuk pesanan saya betul betul extra hati - hati karena pesanan ini mencitrakan catering yg sedangkita jalankan kan. Biasanya saat ada pesanan saya berangkat siang, atau saya ambil cuti, makanya saya sangat merindukan pesanan saat weekend yg artinya tidak mengganggu jam kerja saya.




Singkat cerita, saya mulai kelabakan saat ada pesanan dan disatu sisi belum ada orang kepercayaan yang bisa saya serahkan tugas tugas tertentu. Jadi mostly untuk pesanan kebanyakan untuk pengolahan dan packaging masih under supervisi saya. Apalagi pesanan Tumpeng. Dijamin saya akan kerjakan sendiri dan akan minta cuti.




Ini tentunya menjadi salah satu kendala dlm menjalankan usaha saya, dimana saya belum ingin kehilangan pundi pundi tetap saya. Jadi saya sudah lama memikirkan, kira kira siapa yang dipercaya untuk meneruskan tonggak pimpinan catering disaat saya kerja.




Koki masak saya jelas tidak, karena beliau sangat susah mengikuti SOP yg saya tetapkan. Asisten masak juga belum layak. Satu-satunya orang yg potensial adalah mbak Nah, sang pengasuh. Sayangnya seandainya mbak nah pegang pesanan, anak-anak masih keteteran makan dan bobonya, karena masih terlalu kecil, terutama Asha.




Pelan-pelan sedikit demi sedikit saya ajak mbak nah melihat saya bekerja saat saya memasak lauk andalan, saat saya packaging lunch box, , saat saya membuat tumpeng dan menghiasnya dan bahkan saat memoto hasil masakan. Mbak nah selalu saya ajak berdiri disebelah saya untuk melihat seluruh prosesnya lengkap dg tutorial dari saya.


Sampai kemudian saya meningkatkan level belajarnya, saya minta mbak nah membantu 50% dlm proses yg saya kerjakan, sambil saya koreksi sana sini. Dan ini sudah berlangsung sejak pesanan akhir akhir ini.




Dan puncaknya adalah kemaren saat ada pesanan pas jam kerja dan pilihannya cukup sulit, krn saya harus ambi cuti atau menolak order. Dan saya tidak mau keduanya. Akhirnya saya bujuk Mbak Nah untuk berani melakukan menghias tumpenng sendiri.




Awalnya dia menolak, untuk memasak dia masih bisa, tp kalau menghias menurutnya dia belum bisa. Kemudian saya berkata, " Kamu sudah bisa kok mbak...dan saya lihat kemaren kamu sudah bisa bikin garnis dan cara menatanya pun sudah lumayan. Saya yakin kamu bisa".




Mungkin krn dia merasa saya percaya, mbak nah jadi pede. Dan lihat hasilnya




Tidak kalah kan dengan tumpeng buatan saya cantiknya??? Padahal saat itu sedang ada gempa bumi hebat 7,3 SR dan meluluhlantakkan sebagaian jawa berat , Alhamdulillah tumpeng sudah dihias dan selesai semua tinggal menunggu sopir jemputan saja.

Jadi dalam proses pembelajaran, ada suatu cara efektif untuk membuat orang menjadi cepet bisa. Yaitu ada 3 step. I do, kemudian We do, and then You Do. Ini betul betul saya rasakan manfaatnya.

Wednesday, September 2, 2009

Jualan Online

Salah satu teknik marketing saya yg saat ini mendominasi adalah "Jualan Online" yaitu menggunakan jasa internet. Saya rasa memang bukan saya "pioneer"nya ini hanya sekedar sharing setelah Ym dan ngobrol dengan 2 orang teman sesama pedagang.
Terus terang alasan utama saya menahan diri untuk promosi below the line adalah keterbatasan "modal". Butuh extra money untuk membuat brosur desain banner dsb dsb. Sementara gak mungkin saya promosi pake nunggu duit saya terkumpul. Saya berusaha memanfaatkan waktu dan peluang yg tersedia saat ini. Peluang saya untuk menggunakan internet agak terbuka lebar dan biayanya pun murah dan terjangkau.
Awalnya saya berfikirnya rumit, saya pikir harus beli domain sendiri yg ada yearly feenya..butuh jasa web desainer dan sebagainya. Modal masih pas pasan. Kepentok lagi. Ini ni enaknya orang sering kepentok...idenya jd banyak.
Akhirnya nekat..pake web gratisan, saya pilih blogspot. Alasannya simple. Orang kl mau akses ke blogspot gak perlu harus register. Anybody bisa access. Beda sama MP - kudu register dulu . Kalo FB..mmmmmh saya kok gak punya chemistry sama sekali sama yg namanya FB. Lom dilirik per saat ini.
Singkat cerita lahirlah http://www.kedaikitacatering.blogspot.com/. Modalnya adalalah nama webnya harus terlihat serius dan meyakinkan. Untuk desain -krn bukan web desiner hanya mengandalkan kemampuan sendiri , bahkan untuk foto produknya pun pake kamera pocket seadanya dan untuk editingnya pun hanya menggunakan microsoft saja.
Tapi krn saya kerjakan sendiri, saya malah bebas berimprovisasi dan berkreasi. Dan sedikit banyak jd mengenali cara internet ini bekerja secara otodidak. Gimana ya web saya ini banyak dihit orang, gimana ya banyak didatengi orang, harus gimana ya supaya kl ada yg nyari anu bisa masuknya ke web saya.
Ternyata menurut analisa saya (entah bener atau tidak ya) semakin sering internet itu dibuka banyak orang artinya internet itu semakin populer dan menduduki rangking yg tinggi di mr google. Saya kembalikan kepada diri saya. Kl saya sedang mencari sesuatu keywordnya saya ketik berdasarkan permintan saya. Misal, "pesan nasi tumpeng, cari nasi box, pesen kue tradisional dsb dsb"
Akhirnya terpikir oleh saya, oooh mungkin web saya akan banyak dikenal lewat situs pencari asal saya melabelinnya sesuai dg yg ingin dicari or saya sering pake keyword tsb dalam postingan saya.
Dan sejak saat itu saya memutuskan bahwa satu satunyA jalan supaya blog saya ini lebih dikenal ya dengan memposting pesanan yg sudah saya kerjakan berikut foto asli dan sedikit diberi komentar dr pemesan untuk meyakinkan calon customer. Mudah bukan . Bikin semenarik mungkin dan sejujur mungkin.
  • Narsis banget sih?

ya iyalah...gak papa toh narsis toh dalam hal yang wajar dan halal saja kan, tidak merugikan pedagang lainnya , tidak merugikan kompetitor saya, tidak menjelek jelekkan kompetitor saya dan tidak juga berbohong.

  • Pamer gak sih? Riya yah...

Menurut saya tergantung dari niatan ya...niat saya kan promosi bukan pamer boooo. Buat saya pribadi pamer dan promosi batasnya jelas, pamer itu untuk memanas manasi orang tertentu dan itu gak menghasilkan keuntungan...malah cari musuh. Sedangkan promosi, saya berusaha menginformasikan fakta dg kata kata yg menarik supaya ada yg tertarik dan menannyakan produk dan insyaallah membuahkan kesepakatan dagang. Nah kan saya yg untung.

  • Tapi orang lain bilang itu pamer gimana?

Loh mas atau mbak...lupa ya. Ini bisnis siapa to? bisnis kita sendiri kan? Memangnya kl saya mikirin perkataan orang lain selama itu tdk melanggar hukum , privasi orang dan etika...saya dapet duit gitu? Enggak toh. Memangnya kl saya bangkrut , toh belum tentu orang lain itu akan menolong saya.

Jadi mengapa saya harus memikirkan orang lain toh saya tidak merugikan apapun. Contohnya saya bilang begini di internet.

"Ada pesenan 200 box ayam bakar, alhamdulilah rejeki. Ternyata kata si pemesannya enak banget loh"

atau saya bilang gini

"Say it with Tumpeng...pesen tumpeng di kedaikita yukkkkk"

Yuk kita analisa. Ada yg dirugikan gak dg kata kata saya? Menyinggung kompetitor saya sesama catering gak? enggak toh, la wong saya ngajak kok..kl gak mau ya sudah tinggal gak usah telpon saya kan.

Toh kl ada orang yg berfikiran demikian , ya biarin sajalah. Boleh dong orang itu punya pikiran seperti itu. Tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Kalo saya seandainya ada yg bilang seperti itu ya saya abaikan saja. La wong gak ada untungnya nanggepin koment seperti itu. Kasian....nanti malah hati saya kena penyakit hati atuh. Lebih baik. Abaikan saja...anggap orang boleh berpendapat apapun. Yang penting saya gak akan niru seperti orang itu. Titik. That's it. Selesai.

Kalo ditanggapai...wah runyam... sayang ya waktu kita malah hais untuk hal seperti itu. Enakan mikirin besok bikin menu apa..enaknya gimana supaya banyak yg menghit /akses blog saya. Gitu aja ya mikirnya ...jd santaiiiii.

  • Kl ada aja yg berbicara miring dan negative thinking gimana?

Mas ..mbak. Api dimusuh sama api yg terjadi adalah kebakaran. Enaknya disirem pake es degan aja yuk. Uenak en sedep. Masalah selesai dan insyaallah kedepannya orang yg berbicara miring ini kali aja suatu saat malah jadi customer setia kita . Iya to..enak to...mantep to..hehehhehe.

Pernah dpt ilmunya gimana jd customer service yg baik gak? nah krn usaha kita masih gurem, kita itu fungsinya owner sekaligus customer service. Maksudnya piye? Yah.... kita tampung baik baik segala komentar dan keluhan dari para komentator. Namanya jg jualan online, resikonya ada aja...dijelek jelekin secara online paling buruknya..difitnah secara online (naudzubillahiminzaliq..lom pernah dan mudahmudahan jangan sampe deh). Tp yaitu ....tanggapin dg cara yg positive. Anggap semua orang adalah calon pelanggan.

Kalau toh pun ada yg memfitnah kita, berikan tanggapan secara baik baik dan punya semangat solusi, jangan semangat berantem yah. Ingat saja, gusti allah mboten sare, Allah SWT tidak pernah tidur, Adukan sajalah sama Allah, Insyaallah Allah akan memberikan jalan terbaik. J

adikan cobaan menjadi guru yg plg utama, berserah diri sama Allah. Pasrahkan segalanya dg yang Yang Diatas. Ikhlas bahwa jodoh, harta dan kematian ini ada ditangan Allah.

Insyaallah kt akan ademmm.

  • Udah terlihat belum hasilnya?

Alhamdulillah dah mulai terlihat hasilnya setelah beberapa bulan ini online. Kan kata allah setelah berusaha sekuat tenaga, akhirnya jg harus sabar toh? Biar lambat efeknya tp asal kita istiqomah Allah jg akan kasih reward buat kita. Tiap hariii saya terima permintaan penawaran meskipun lom tentu semuanya deal, sebagian tertentu saja.

Gak papa , awal yg baik bukan? at least nambah temen meskipun gak jadi pesen. Jd daftar YM contact saya panjaaaaaang banget. Saya accept seluruh permintaan untuk diadd as a friend.

La iya to...jd pedagang mah kudu ramah. Biar aslinya mungkin saya galak, tp untuk urusan pelayanan ke calon customer harus excellent dong. Seluruh pertanyaan dari calon customer insyaallah akan saya jawab sebaik mungkin , seramah mungkin. Meskipun Allah jg yg menentukan rezeki kita, mrk jadi pesan sama kita atau ndak. Insyaallah hal ini menunjukkan tingkat keimanan kita bahwa kita percaya Allah yg memberi kuasa atas hidup kita. Semoga hal ini membawa barokah...ya ndak .??

Jd gimana mrs en mrs di somewhere ....jangan ragu untuk memulai bisnis online ya.