Wednesday, May 4, 2011

KASKUSER

Sebenernya sudah lama saya tau mengenai Kaskus ini, cuma karena gak kenal maka gak sayang. Iya kan?  Jadi krn sedang googling nyari sesuatu , saya jd sering kesangkut di homepagenya si Kaskus ini.   Lama lama jadi familiar sama Kaskus ini termasuk gaya bahasa yg digunakan oleh para kaskuser di forum.  Dan akhirnya saya sempat bertransaksi via kaskus dan mendapatkan barang : Breast pump & mesin cuci front loading. Lumayaaaaan deh.

Puncaknya beberapa waktu yang lalu, karena akan hadir anggota baru dikeluarga kami,  terpaksa saya harus menggeser  posisi tidur Alya dan Asha yang biasanya tidurnya bareng dengan saya didalam satu kamar. Syaratnya Alya Asha  bersedia digeser oleh kedudukan sang calon adek dengan catatan dibelikan bed baru.  Karena bulan mei ini due date kelahiran sang bayi, Bed baru pun harus dibeli sekarang. Efeknya, rumah saya yg super duper mungil ini gak bisa menampung  bed lama yg  sudah tidak terpakai.  Rencananya memang akan sedikit renovasi untuk nambah kamar, tapi renovasi masih 2 bulan lagi.

Alhasil ada beberapa barang barang berukuran serba besar yang  numpuk gak karuan dirumah saya, dan menjadi berantakan, karena belum punya gudang.  Terpikir untuk spring cleaning dg  cara dijual . Akhirnya menghubungi penjual barang bekas. Dan ketebak dong, pemborong barang bekas klas wahid adalah etnis madura. Tapi seperti dugaan saya, paling sakittt hati kl jual  beli barang bekas sama si penjual etnis satu ini .  Ketebak deh, belinya muraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah banget....super duper dah murahnya. Dan dijual lagi dg harga normal (baca : jauh lebih tinggi dibanding harga belinya ). 

Benar dugaan saya, ranjang kayu sungkai 2 in 1 + Mesin Cuci rusak + Rak tv kaca + Sepeda 4 biji - memang sepeda kondisinya dah jelek sih krn gak ada tempat sisa punya asha 1 th, alya 3  th , Alya 5 th  dan bekas sepeda saya teronggok dibawah pohon mangga, keujanan dah 1- 2 th ini hanya dihargai 100 ribu oleh penawar I,  dan 200 ribu oleh penawar kedua (semuanya etnis madura).   Dan yang diincer hanya ranjang sungkai kayuny saja.  Yang lainnya tidak diperhitungkan.    Daripada cuma 100 ribu  rasanya gak ikhlas. Gak saya lepas.

Akhirnya iseng saya masukkan ke kaskus  tanpa disertai foto en gambar karena iseng dan gak niat, dan postingnya pun satu satu (jual satuan). Hasilnya dalam 2 hari ini sudah terjual sepeda = 150 ribu + Mesin cuci  150 rb = 300 ribu oleh orang yang berbeda,  padahal ranjang kayu  dan rak tv kaca yg kondisiny malah masih 80% belum terjual sudah jauuuuh diatas penawaran si pembeli madura. Thankssssss to Kaskus.  I love it.. Ternyata kaskus ini tenar bangetttt makanya dagangan disini cepat laku kali ya...

Dibalik itu saya  geli juga waktu menawarkan dikaskus. Gaya bahasa dikaskus ini memang khas kaskuser. Jadi saya pun saat posting pun menggunakan bahasa bahasa seperti kaskuser yang lain.   Dan lucunya saat ada  beberapa "agan-agan" yang tertarik menghubungi saya via sms. tentunya dengan menggunakan bahasa kaskuser tersebut....rasanya saya seperti diplanet lain...hahahahaha.

Silahkan dicoba menjadi anggota kaskus dan berjualan di Kaskus...setau saya free, soalnya saya punya account free. Boleh juga kali nawarin tumpeng dan catering via kaskus...hehehehhe.

Monday, April 18, 2011

True Labor VS Braxton Hicks

True Labor vs. Braxton Hicks
Braxton Hicks True Labor
Contractions don't get closer together. Contractions do get closer together.
Contractions don't get stronger. Contractions do get stronger.
Contractions tend to be felt only in the front. Contractions tend to be felt all over.
Contractions don't last longer. Contractions do last longer.
Walking has no effect on the contractions. Walking makes the contractions stronger.
Cervix doesn't change with contractions. Cervix opens and thins with contractions

Terus terang pengalaman anak ke-3 ini agak agak bikin berdebar debar. Sejak usia kehamilan 28 week saya sudah beberapa kali mengalami braxton hicks. Dimana tidak terjadi di kehamilan - kehamilan sebelumnya Mengalaminya pun di minggu minggu akhir kehamilan. Sebetulnya faktornya ada beberapa :

1. Faktor anak ke-3

2. Faktor Usia - usia saya sudah mencapi 35 th - bukan usia yg optimal untuk melahirkan bayi

3. Faktor activity , aktifitas hamil ke-3 saya ini memang boleh dibilang kurang banget istirahat. Selain bekerja 5 hari semingu dari jam 9 - 6/7 Sore dilanjutkan ke pasar untuk berbelanja dan dini hari jam 3 dini hari dalam seminggu 4-5 kali pasti sudah bangun. Itu ditambah selama ini tidak pernah libur di hari sabtu ato minggu. Bahkan di sabtu ato minggu bisa pulang malem tidur malem bangun dinihari dan minggunya ada kegiatan.

Menurutu dsog yg biasa saya kunjungi kuncinya sebetulnya hanyalah istirahat yang cukup, masalahnya ritme tubuh saya sudah tidak terbiasa dengan hidup santai dan tidur cukup. Sungguh bukan hal yang mudah mengistirahatkan tubuh saya sementara otak saya melarang untuk istirahat.

Puncak braxton hicks yang paling kuat saya rasakan sabtu malam kemaren. Luar biasa. Saya sudah hampir memutuskan untuk pergi ke rumahsakit bersalin. Karena terjadi selama hampir 4 jam hilang timbul. Padahal sekarang usia kehamilan baru mencapai 36 weeks.

Bismillahirohmanirohim...semoga kelahirannya kali ini jg cukup waktu. Amin.

Friday, April 8, 2011

Tuesday, February 22, 2011

Hormon Membaca

Sejak kecil saya suka banget baca buku cerita, entah itu sumbernya novel, majalah mingguan maupun majalah untuk orang dewasa dan berbahasa jawa sekalipun (hayo siapa yg masih mengenal majalah berbahasa jawa "Penjebar Semangat dan Jaya baya"). Mungkin karena gak bebas bermain, dan hanya diperbolehkan main di jam jam terntentu saja oleh ibu saya membuat saya hobi banget baca. Dan mungkin ini diturunkan dari ruh kakek dan bapak saya. Saking saya punya penyakit akut dengan membaca cerita, ibu saya melarang saya membaca cerita sebelum tidur, ini pun membuat saya tidak kehilangan akal, percaya atau tidak di bawah kasur saya selalu menyembunyikan beberapa buku cerita ataupun majalah. Dan kelak setelah saya beranak pinak saya baru tahu kalau ternyata ibu saya mengetahui perbuatan saya ini dari cerita beliau.

Sejak lahir sampe SMP saya tinggal dengan kakek dan nenek saya dari pihak bapak. Kakek saya adalah salah satu veteran pejuang 45, dari beliaulah saya menyukai dongeng dan cerita dan membaca , maklumlah namanya jg pensiunan tentara, jadi praktis sehari hari yg beliau lakukan adalah membaca dan bekisah demi membunuh waktu luang.

Dan tempat beliau bisa menumpahkan uneg unegnya atas kisah kisanya ya cucunya yg saat itu seringkali khusyu mendengar cerita cerita beliau bahkan "nagih" untuk minta suatu cerita.. Diantara ke-5 orang cucunya , saya adalah cucu tertua sekaligus cucu yg paling khusyu mendengarkan cerita cerita perjuangan beliau. Bahkan beliau mengisahkan cerita perang saat melawan penjajahan jepang, memakai baju karung goni , digigit kalajengking sampe hampir mati dan mengangkat bedil melawan penjajah dan kisah puncaknya PD II dimana desa saya saat itu hampir dibumihanguskan dan di bom. Dan tentunya seiring bertambahnya umur saya, beliau jg menceritakan jaman revolusi termasuk jaman tahun 1965.

Karena beliau suka wayang kulit, jangan heran kl hal tersebut menular ke saya meskipun sedikit. Jadi sedikit banyak saya tahu cerita pewayangan, dan percaya atau tidak , waktu kecil saya suka nonton wayang kulit meskipun gak sampe tuntas karena tidak kuat menahan kantuk.

Semuanya itu disempurnakan dengan koleksi buku - buku kakek yang jumlahnya 1 lemari 2 pintu. Full isinya buku semua. Dan semuanya pernah saya baca saat saya SD. Mulai dari Biografinya Mouamar Khadafi dan Roosevelt maupun JF Kennedy. Psssttttt saya pernah baca buku yg terselamatkan dari razia tentara dimana orang yg menyimpan buku itu dianggap subversif. Edan.

Saya familiar dengan buku buku politik milik kakek saya dan juga novel novel jaman dulu yg ejaannya pun masih menggunakan ejaan lama. Dimana buku ato novel jaman dulu dicetak diatas kertas yg tebal dan buram. Kelak cita cita saya , saya ingin mengumpulkan seluruh koleksi buku dari kakek saya. Mudah mudahan masih banyak yg masih terselamatkan.

Seluruh pengalaman masa kecil saya itu kelak membuat saya doyan banget baca apa saja. Apa saja, bacaan anak sampe bacaan dewasa, mulai dari novel piciisan maupun biografi .

Padahal sebelumnya semua novel dari yg picisan karya freddy S mapun novel fiksi ilmiah semacam karya michael crichton sepert Congo saya lalap habis.Sampai kelak saya mengalami titik jenuh saat hamil Alya. Saya enggan baca buku sama sekali. Mogok .

Terakhir sekitar 2 th yg lalu saya baca novel "The Name Of The Rose" novel yang berbau historical yg ditulis oleh Umberto Eco. Dan entah kesambet apa tiba tiba akhir - akhir ini saya menyukai membaca novel lagi. "Perempuan Kembang Jepun" awalnya dan kali ini saya kesengsem parah sama tulisan Ayu Utami, meskipun dulu sempat membaca "Saman" tidak sekagum ini dengan Ayu Utami. Karya Ayu Utami berjudul "Bilangan Fu" dan "Manjali & Cakrabirawa "sungguh membuat saya tak melewatkan barang sedetikpun membunuh waktu luang disela sela sepulang kerja, mengerjakan pesanan tumpeng dan mengangar tumpeng serta tentu saja menemani anak anak.

Membaca tulisan Ayu Utami rasanya seperti mengikuti pusaran bahasa sastra yang tiada habisnya. Sungguh pengalaman membaca karya sastra yg padat dan memperluas batas cakrawala bahasa sastra saya.

Perubahan drastis itu tentu saja dibaca dengan jeli oleh Alya dan Asha. Kalau Asha hanya sekedar suka membawa novel novel tebal dan sesekali membukanya dan sekedar tahu ini milik mama. Sedangkan Alya sudah mulai tergelitik apa gerangan yg membuat sang mama jd autis dan ditemani buku dimanapun berada.

"HAH...monster-monster, Tuyul, Kubur Kosong, Hantu Cekik....mam..ini buku apa sih yang mama baca??" ucapnya sambil bergidik diantara keingintahuan dan kengerian.

"Psstttt...suatu saat kalo sudah besar, Alya boleh baca novel novel mama" ujar saya seraya tersenyum penuh arti ke Alya.

Hormon turunan kakek saya ini rupanya mengalir ke darah Alya dan Asha. Alya yg terakhir kemaren menyukai novel tulisan ringan kecil kecil punya karya, sekarang sedang belajar membaca serial 5 sekawan. Jangan ditanya deh minat baca Alya. Bisa gak bergeming kalau sedang membaca cerita.

Sedangkan Asha,jangan salah, dengan segudang koleksi buku sang kakak, 5 buku cerita masih masih kurang buat pengantar tidur Asha di setiap menjelang tidur siang dan malamnya, dan jujur ini dikelukan oleh pengasuh Asha,karena si mbak pengasuh ini yg ketiban sial baca buku cerita anak anak sampe mulutnya capek.

Arrgggggggg rupanya ruh membaca itu sudah mulai mengaliri saya lagi. Bedanya sekarang agak selektif dg jenis bacaannya. Gak semua doyan saya baca, yg berlatar sihir dan vampir tidak termasuk antusias pengen saya baca.

Diujung meja kerja saya terlihat "Ronggeng Dukuh Paruk, Hanzel & Gratel & To Kill a mockingbird yang masih terbungkus plastik " sudah menunggu untuk disantap

Thursday, February 17, 2011

Balada anak tukang catering

Hampir sepanjang minggu sang ibu sibuk berkutat didua tempat yang berbeda , antara di salah satu gedung perkantoran di bilangan cilandak dan malam hari dan weekend berkutat didapur dan sering pula berkeliaran disekitaran pasar dikota Bogor serta mulutnya tak henti henetinya sibuk memberi instruksi ke beberapa anak buahnya laksana komandan Batalyon, sedangkan sang Ayah sedang berjuang meniti karir nun jauh di kota kecil yg beraroma batik dan berjarak hampir 400 Km dari mereka.

Mereka si anak anak berusia hampir 8 tahun dan 3 tahun yang selama ini mencoba memahami kondisi orangtua mereka. Sang ibu sempat merasa takut sang anak merasa terpinggirkan oleh keadaan yang memaksa ini. Dimana disaat saat weekend anak anak lain mendapat jatah bersenang senang dengan berjalan jalan ke mal atau ketempat rekreasi. Sang anak anak burung itu belum tentu menyecap hal yang sama dengan anak anak lain.

Dipagi hari weekend, kadangkala mereka belum mandi dan sekaligus belum sarapan sedikitpun harus melewati pemandangan pagi yang sungguh amat sibuk dan panik. Sang ibu dengan berbagai instruksinya dan para pegawai tergopoh gopoh mengikuti instruksi. Dan kadangkala mereka pun kebagian peran kecil seperti , sang adik yang mampu membantu dengan meletakkan buah jeruk di pojok box carton bersebelahan dengan nasi , kadangkala sang kakak membantu memotong daun srawung dengan menggunakan gunting, kadangkala membantu membalik plastik tahan panas dan memasukkan sayuran dan kadang juga mengisi box dengan ayam bakar. Tentunya dengan wanti wanti dari sang ibu " kalau capek bilang ya, gak usah diterusin ya sayang".

Mereka mengangguk riang dan kemudian tak berapa lama mereka sudah kembali bermain main diteras. Kadang melihat si mbaknya memotong atau mengukir garnish berupa wortel dan loba, dan sesekali mereka turut menancapkan beberapa hiasan garnishh ke Tumpeng.

Direlung sudut sang ibu, terguguk haru. Merasa bersalah, anaknya yg belum genap 5 tahun harus turut membantu sang ibu mengais rezeki dihari libur mereka.

Tapi ternyata semua itu tidak mengurangi keriangan mereka , sambil menunggu pesanan siap diantar, kadangkala sang kakak sudah mampu memandikan adeknya dan sekaligus mendadaninya. Setelah mereka rapi, sambil menunggu mereka bermain main dijalan depan rumah sambil sibuk tertawa dan joget joget dan kadang bermain peran, tentunya dengan pengawasan minim dari kami.Jikalau pesanan ke arah puncak, sepulangnya sang ibu mengajak mereka berkuda di areal wisata gunung mas, kadangkala cukup menelusuk ke beberapa tempat dipuncak yg menyajikan ambience yang berbeda. Kadang cukup memarkirkan kendaraan di resto Cimory sambil menyeruput segelas Bluberry yoghurt shake dan bermain di Play groundnya sudah membuat mereka berlarian dan terdengar gelak tawa mereka.

Jikalau pesanan kearah parung, kami membelokkan kendaraan ke arah kaki gunung salak dan hiking kecil kecilan menyusuri sungai dan menemukan air terrjun curug nangka. Sepanjang menuju curug nangka kami berjalan kaki sesekali berhenti dikarerenakan sang ibu cukup payah dengan membawa calon bayi , berhenti sejenak di saung saung sepanjang curug, sambil melihat monyet monyet melompat dari satu dahan pinus ke dahan yang lain serta menikmati segarnya lereng gunung salak. Pernah pula kami membelok kearah sentul ke arah gunung pancar yang penuh pemandangan hutan pinus yang menawan. Dan kadang jikalau hari masih belum terlalu siang , kami arahkan mobil ke arah kawah ratu disekitaran cidahu.

Sepanjang jalan mereka sungguh riang dan menikmati seluruh acara antar tumpeng sekaligus piknik ini, kadang terbersit rasa khawatir mereka terlalu capek. Tapi justru karena sering tertempa kerasnya keadaan, membuat mereka malah menjadi mandiir , kuat dan tangguh menghadapi tantangan. Amien.

Sang ibu menarik napas lega, dengan segala keterbatasan yang ada, anak-anak mampu menikmati liburan ala kadarnya. Ternyata tak selamanya nasib anak tukang catering harus kehilangan masa kecilnya dan tidak bahagia. Semoga momen - momen ini kelak akan menjadi momen yg indah disaat mereka dewasa kelak.

Hanya sebaris doa ibu untuk putri -putri tercintanya:

"Ya Allah lindungilah putri - putriku ya Allah, bahagiakanlah mereka ya Allah disepanjang hidupnya ya Allah, Mudahkanlah Jalan hidupnya ya Allah, Jadikanlah mereka putri - putri yang sabar, kuat dan sholehah. Amien"

Thursday, December 23, 2010

Melompat-Lompat

Kehamilan kali ini saya jalankan dengan cara cara yg amat ceroboh.   Mulai dari telat memeriksakan kehamilan awal kedokter sampai dengan tidak membatasi aktivitas yg seharusnya dikerjakan seminimal mungkin sebagai ibu yang sedang mengandung, istirahat kurang karena kebanyakan ngerjain pesenan catering.  Untungnya kehamilan kali ini gak serewel kehamilan Alya dan Asha, makan gak terlalu susah, tidak terlalu mual, tidak terlalu mengganggu aktivitas.  Makan apa saja mau, ikan, daging, ayam, buah, sayur tidak masalah.  Bahkan susu pun hayuk aja.

Dannnnn justru hal itu yg membuat saya takabur, masih ikut bowling, kapan hari ikutan tenis meja dikantor, dikantor masih suka berjalan cepet cepet, masih suka gak istirahat, apalagi gak ada tukang masak, saya praktis sering banget begadang. Pantesan berat badan saya cuma bertambah 1 ons dibanding  bulan lalu.   Beberapa temen dekat saya protes, bahkan pak bos saat review kemaren menyinggung aktivitas saya yg kelewatan. Dan meminta saya menjaga kehamilan dengan benar.

Karena mendapat teguran kurang menyenangkan , kemaren sore saya kunjungi lagi dokter husein yg  baik hati dan tidak sombong itu, tentunya untuk memeriksakan kehamilan saya ini sehat gak setelah  seabgregg aktifitas yg agak diluar batas normal.

"Selamat malem bu, gimana hamilnya ...ada keluhan?" sapa dokter gaek itu sambil tersenyum bijak
"Tidak dok, cuma suka agak kenceeeeng deh?" jawab saya....
"Wah....jgn jgn ibu suka nge-mall ya? cecar sang dokter
"Wah enggak dok..tu temen saya dok...yg lg hamil jg yg gak bisa liat pintu mal kebuka ( heheheh ini booong...halo cinnnn ....maksud gue nyindir elu cinnn). Saya mah kebanyakan masak dok" curhat saya.

Saat diUSG, dokter menjelaskan bagian bagian yg nampak di layar monitor..."Semuanya bagus bu,  masuk usia 19 weeks, ini lingkar perut, ini jantung bu, ini tulang  belakangnya, ini lingkar kepala, beratnya sekaragn 330 gr, ini pahanya bu"
Saya melihat sebentuk paha dilayar monitor , tiba tiba dilayar monitor bergerak gerak keatas kebawah layaknya gempa bumi, saya panik, " aduh..dok..kok kayak gitu gambarnya....?"
"Wahhh ini bayinya lagi lompat lompat bu..ya lompat lompat" ujar dokter sambil tertawa tawa geli
"Hah..melompat lompat dok....." masih terheran heran....sementara sisuster ikut senyum senyum liat atraksi bayi dalam perut saya. Memang sih sasat di usg itu saya terasa gerak gerak dikit didalam erut, saya pikir sedang cegukan...ternyata...melompat lompat...
"Laki atau perempuan dok?" tanya saya penasaran
"Wah masih lama terlihatnya bu..sabar ya!" jawab dokter.


Oalah nak.....ibumu ini sampe senyum  senyum terus sampe rumah dan gak sabar pengen cerita sama papamu dan kakak kakakmu nak.  Baru kali ini setelah mengalami kehamilan kedua kakakmu....mama melihat dengan mata kepala sendiri , bayi didalam perut mama melompat lompat layaknya kamu sedang  bersenang senang dan berasa berada di atas trampoline.

Saat saya bercerita dg papanya anak anak
"Masak sih ma.....bisa lompat lompat..?" tanya papa
"Iya mama baru seumur umur setelah 2 kali hamil, baru kl ini liat yg beginian, kalo muter muter or nendang mah  mah sering ya..tp ini melompat lompat sehingga terlihat kedua pahanya naik turun didalam perut saya...sungguh menakjubkan"
"Kira kira sama asha lebih badung mana mam?"
"Hadoh..kayaknya yg ini deh..asha dulu diperut gak seheboh ini..lahirnya aja seperti itu, super duper aktif en ceriwisssssss, apalagi yg ini...didalam perut aja dah pecicilan" ujar saya
"Yang sehat ya nak..didalam perut mama..sabar ya...till we meet on May ya...." kata papa.

Bogor 22 Desember 2010



Addicted to Wirausaha

Beginilah suka dukanya mempunyai usaha sampingan, untuk urusan kocek sih lumayan bikin tersenyum. Gimana gak senyum, dari kanan oke, dari kiri oke, awal bulan akhir bulan tidak menjadi masalah, soalnya kalo dulu itu jadi masalah besar...minus suap menyuap dan korupsi lho ya..... Tapi jangan gembira dulu, kocek yg selalu terisi (lah iya..even akhir bulan pun, adaaaa aja yg transfer...hahahaha transfer bayar makanan lho ya....jgn salah kira) itu disertai dengan pengorbanan baik fisik maupun mental yg gak sedikit.

Masalah saya klise. Saya punya usaha yg bener bener modal dengkul..(gini ni nasib orang yang usaha modal dengkul tp mau maju.....). Minus modal, minus cashflow.  Yang paling kena getahnya dan susah sekali diimprovenya adalah masalah SDM ... Happen en happen again. Yah...dengan hanya mampu membayar sebagian gaji pegawai dibawah UMR, what do you expect. Loyality rendah, kecuali orang berhati malaikat yg mau bekerja dg pressure seperti ini dan dg gaji minim.  Kemampuan, jangan ditanya....masih bagus meet with the standar.....even mereka mampu pun susah sekali menjagai sustainabilitynya.....  Ups en down. Kualitas kerjanyabetul betul  naik turun. Tergantung mood.  Dan satu lagi, mereka itu ternyata berpola pikir yg sangat subsisten. 

Jadi setelah beberapa bulan kemaren saya berada di zona nyaman, asisten komplit, sistem dah jalan, skill training ada efeknya, penjualan bagus....weh..bahkan saya mulai punya target penjualan...  Tapi zona nyaman itu tidak berumur panjang.  Dari 5 asisten , hanya tersisa 2.   Jadi praktis sebulan terakhir ini saya betul betul diuji.

Jangankan urusan anak anak, saya pun acapkali lupa kalo tengah berbadan 2. Kalau tempo hari saya hamil manja banget, sebulan ini saya mesti tidur sejam or dua jam disaat ada pesanan. Padahal rata rata seminggu ada 4 hari yg dah full dg pesanan.  Dan yang menyedihkan saya kadangkala lupa kalau sedang hamil, kadang lupa makan dan yang paling parah lupa kalu lagi hamil. Angkat angkat dandang dan mondar mandir kesana kemari. Kadang saya sempat takut juga disaat sibuk gitu , kok gak ada gerakan gerakan sama sekali dari dalam perut sana.  Bahkan tiba tiba perut saya kencaaaaang sekali rasanya (wedew....jgn sampe konttraksi dulu ya nak, sabar ya sayang , pengen bantuin mama masak ya? ...tapi kamu belum cukup umur sayang....).

Sempet putus asa juga, apa stop dulu ya cateringnya sampe saya menemukan orang yg tepat dan paling tidak sampai bayi saya nanti sudah umur 2 tahun, tapi kok ya sayang sudah separuh jalan masak distop. Bahkan pikiran liar saya sudah mengembara kesana kemari, ingin nyoba peruntungan dengan keinginan untuk nyoba usaha dibidang lain yg tidak ada hubungan sama sekali dengan catering, dan banting stirr dibdang lain  (saat ini sedang saya jajaki, saya pikirkan, saya bolak balik konsepnya) .  Sementara nolak order cateringggg itu susaaaaaah sekali ya ternyata. Pengen rasanya bilang penuh, maaf tidak terima untuk sementara, atau sedang penuh jadwalnya.  Tapi susaaaaah.

Sempet terfikir untuk resign supaya saya bisa fokus catering, tetapi melihat perut saya yg makin hari makin membuncit, saya rasa sekarang bukan saat yg tepat untuk resign.

Ditengah tengah kegundahan saya, ada beberapa komen dari calon customer yg melambungkan semangat saya, ada beberapa calon wirausahawan yg meminta saya share mengenai usaha saya,  (padahal saya jg gak ngerti apa apa tentang usaha ) dan bahkan ada beberapa ajakan dari beberapa investor..(jieehhh bahasanya cinnnn....) yang membuat denyut jiwa wirausaha saya terpacu kembali.  .

Inikah yg namanya addicted....?  Addicted to  wirausaha.