Monday, June 29, 2009

Keputusan Spontan

Profesi paling gak cocok buat saya adalah Sekretaris. Kenapa? krn saya adalah orang yg plg seneng dengan "Serba spontan ". Bos saya bisa sakit kepala dg keputusan saya yg serba spontan.
Seperti tempo hari, setelah puas dg pesanan lunch box sebanyak 300 box dr kedai kita catering, Mbak Yuyun HRD nya salah satu hipermarket menawarkan untuk mengisi kantin untuk para SPM or SPG en karyawan hipermarket tsb. Saat survey dan tanya ini itu dan sewanya pun agak murah, tanpa ba bi bu lagi saya langsung meng-iya kan untuk mengisi kantin tersebut efektif per hari jumat minggu ini dan anehnya saya bisa menginformasikan apa yang saja jual saat itu.
Partner usaha saya -si Mbak Dasri langsung terbengong bengong mendengar keputusan saya yang mendadak banget. Sesampainya diluar Dasri bertanya,"Emang ibu dah bisa bikin mi ayam sama gado-gado?, trus siapa yang jagain? emang ibu udah dapet orang yang kerja"
"Belum dapet orang yang akan jaga, gampanglah gimana entar. Untuk resep masakan, halah gampang, liat aja di internet. Oiya hari ini kamu makan mi ayam yang diabang abang ya..trus liatin isinya apa aja? Besok sore kita coba bikin ya", jawab saya enteng. "Oiya, jangan lupa bilang sama orang rumah, besok bikin gado-gado, sekarang saya mau ajak anak-anak ke Ancol"
Teman-teman, per hari ini saya belum tau gimana cara buat mi ayam dan gado-gado, belum beli peralatan untuk jualan, belum ada pegawai yg akan menjaga kantin. Tp saya nekat hari jumat akan ngisi kantin pegawai.
Yang sudah pasti hanyalah , saya mendapat tempat jualan dg harga miring dan saya akan berjualan di situ karena feeling saya mengatakan bahwa mi ayam dan gado-gado saya akan lumayan laku.
Keputusan - keputusan spontan seperti ini bukan terjadi sekali atau dua kali terjadi dlm hidup saya...sering bahkan. Kecuali satu keputusan saya yang tidak spontan , yaitu keputusan saya menikah dengan siapa. Perlu waktu 5 tahun buat saya untuk mempercayai laki laki mana yang betul - betul mau mendampingi saya. heheheheh.

Friday, June 12, 2009

Ibu & Anaknya

Semalam saya meninggalkan kantor sudah agak larut, sekitar jam 7.30 malam, untuk menunggu bis di halte perlu waktu sekitar 15 menit, praktis sampe di Bogor sudah pukul 8.30 malam.
Alhamdulillah malam itu saya mendapat kemewahan, dijemput papanya Alya. Lumayanlah tidak perlu menyusuri terminal baranangsiang , naik angkutan dan ngojek. Secara badan rasanya dah remuk redam, ya capek ya ngantuk. Semalam saya bikin pembukuan untuk usaha mikro saya.
Sewaktu didalam bis, tepat disamping depan saya , saya perhatikan ada seorang ibu muda yang sedang menggendong anaknya yg sedang tidur, sekilas saya perhatikan...hmmm kayaknya seumuran Asha. Hati saya agak mencelos saat saya berfikir, " Duh anak ini kasihan amat ya, jam segini sewaktu anak lain udah istirahat dirumah, masih aja dikendaraan umum".
Ugghhhhh jadi keingat Asha yang pastinya saat ini sedang bobo nyenyak berduaan sama si kakak diranjang yang hangat dan empuk.
Ternyata saat saya turun di pintu tol Sukaraja Bogor, si Ibu juga sama sama turun. Saya jalan agak tergesa krn sudah malam, ditambah masih ada pr , kepasar plus buat bikin lauk pauk tumpeng alya buat dibagikan disekolah besok pagi jam 8. Saya lihat, bekas pacar saya melambai dari kejauhan. Alhamdulillah sudah dijemput...apalagi mendung tebal menggelayut dikota bogor malam itu. Alamat bentar lagi hujan niy.
Setelah menghenyakkan tubuh saya di jok mobil tua kami, saya meminta papa untuk segera melaju ke arah pasar warung jambu. Saat mobil mulai melaju, mata saya tertumbuk dg sosok ibu dan anaknya yg tadi di bis duduk didepan saya, saat itu terlihat berusaha menyetop angkutan kota dan ditolak oleh angkutannya krn si supir ternyata dah mau pulang. Wah si ibu ini pasti sedang menunggu angkutan, mana jam segini angkutan arah sukaraja sudah susah, mana mau hujan pula.
"Pap, stop-stop.....mama kasian sama ibu yang gendong anak itu, mau gak nebengin pap sampe pertigaan depan aja, kl aja disitu banyak angkot ngetem"
"mbak ...lg mo nunggu angkot ya? mau bareng saya gak sampe pertigaan didepan?"
Mungkin karena sadar saat itu sudah malam dan susah mendapatkan angkutan, si ibu langsung setuju ikut di mobil kami. Si ibu bercerita mengapa dia terpaksa membawa anaknya yg ternyata seumuran asha persis, terpaksa pulang malam-malam pulang dari Jakarta karena beliau meneruskan kuliah yang tinggal 1 bulan lagi.
Seminggu 3 x si ibu ini menitipkan anaknya dirumah orangtuanya dijakarta dan menjemputnya kembali sepulang kuliah dan memaksa pulang ke Bogor malam hari, karena rumah & suaminya pun tinggal di Bogor. Dan ini sudah berlangsung selama hampir 6 bulan terakhir.
Dari percakapan kami, ibu itu tidak nampak menjadikan hal ini menjadi sesuatu yang memberatkan, padahal saya kasian setengah mati dg kondisi si anak malam malam begini bleum sampe dirumah. Malahan saya menangkap rona bahagia saat menjalani kehidupan seperti ini dalam nada bicara ibu itu. Meskipun malam itu suaminya yang juga harus terpaksa mengais rezeki dengan menempuh jarak 150 KM ke Serpong dg mengendarai sepeda motor setiap harinya dan terpaksa tidak bisa menjemput dia dan anaknya, sang ibu tetap terlihat menikmati perannya.
Tanpa saya sadari air mata saya meleleh pelan. Ugggggghhhhh.... Asli saya saat itu sedih. Sedih dg keadaan diri saya. Hati saya berkecamuk, masih banyak teman dan sodara kita yang menjalani hidup dg perjuangan sekuat tenaga, tanpa kemudahan , tanpa fasilitas apapun. Tapi tampaknya banyak diantara mereka tidak mengeluh sedikitpun. Justru syukur dan ikhlas yang saya temui di raut wajahnya.
Ya allah jadikan hambamu , orang yang selalu ikhlas dan bersyukur ya allah.
Meskipun saya sudah tahu jawabnya, setengah berbisik syaa minta persetujuan ,"Pap, mama kasian sama mereka, ini dah mau hujan pula..gimana kl kita antar sampe rumahnya aja."
Awalnya ibu itu menolak dg alasan rumahnya masih jauh dan tidak searah dg rumah kami, apalagi jalannya sedang rusak parah layaknya sungai kering penuh batu karena sedang dilangsungkan pembangunan jalan Bogor Outer Ring Road.
Sesampai depan komplek rumahnya, hujan sudah mulai turun rintik -rintik, kami terpaksa menampik tawaran untuk singgah, mengingat jam sudah mendekati pukul 9, dan saya harus segera ke pasar, dan merangmpungkan kerjaan dapur malam itu.
Melihat saya termangu, papa Alya meraih tangan saya dan kemudian menggenggamnya,"Mam, kita harus semakin bersyukur atas atap yang telah dianugerahkan Allah untuk kita dan keluarga kita , insyaallah dengan bersyukur dan ikhlas....hati kita akan semakin tenang, semakin nrimo dan menyadari bahwa Allah itu maha besar. Kita janganlah selalu melihat keatas, janganlah semuanya diukur dari sisi duniawi".
Alhamdulillah ya allah, Engkau beri kami kesempatan untuk mempertebal iman kami dengan ikhlas dan syukur, Engkau telah ingatkan kami melalui sesosok Ibu dengan Anaknya.
Ah...alhamdulillah masih diberi umur panjang, mudah mudahan ketemu hari sabtu minggu lagi, saat nya recharge hati kami dg belajar tafsir al quran & hadist. Amien
Bogor, 11 Juni 2009

Monday, May 25, 2009

Soto Mie Kedai Kita


Soto Mie Khas Kedai Kita ini mengaku berasal dari Bogor, tp soto mie ini memang sengaja tidak menggunakan bumbu merah alias di bumbunya tidak menggunakan cabe. Pada umumnya soto mie bogor , kuahnya berwarna agak kemerahan. Untuk soto mie kedai kita, warna merah akan didapat saat kita menambahkan sambal rawit di Soto Mie.

Rasa soto mie khas kedai kita rasanya gurih, sedikit manis dan sedikit asem gitu. Enak dimakan panas panas dg sambal yg agak pedas. Bisa juga ditemani sepiring nasi.......


Yuk mari kita intip resepnya :

Bahan :
1/4 Kg Kikil Sapi
1/4 Kg Daging Kepala/Daging Lidah Sapi
1/4 Kg Daging Sengkel/ Daging Lamusir
*Sebaiknya saat merebus kikil sapi , daging kepala, daging lidah ditambahkan sedikit garam + irisan jahe. Sisa rebusan tidak dipakai lagi. Untuk kuah soto mie yg diperlukan hanya kuah Daging sengkel /lamusir.
*Daging untuk isian soto mie tergantung selera ya...buat yang suka kikil/daging kepala/daging lidah sapi...bakalan seru kl pake daging jenis ini. Lebih gurih.

Bumbu :
Kemiri 10 butir (sangrai)
Bw Merah 4 butir
Bw Putih 5 butir
Jahe 80 gram
Lada 1/2 sdm
Pala, seujung sdt
Kayu manis seujung sdt
Kapolaga seujung sdt
Cengkeh seujung sdt
Garam secukupnya


Bahan Pelengkap :
Kol iris tipis
Mie Basah - Kuning
Bihun
Tomat
Risoles tanpa isi / bisa juga isi bihun (goreng & potong Potong)
Bawang Goreng
Daun Seledri
Jeruk Limau
Kecap Manis
Cuka
Emping goreng
Sambal Rawit Merah

Cara Membuat Kuah Soto Mie :
1. Bahan bumbu dihaluskan, kecuali untuk pala saya lebih suka disisir halus.
2. Tumis bumbu halus dg minyak sampai wangi, jangan sampai terlalu coklat/matang, cukup sampai wangi dan berubah warna.
3. Panaskan air di panci, tunggu sampai mendidih, masukkan bumbu halus, daun bawang, daging lamusir/daging sengkel, biarkan sampai daging empuk.

Cara Membuat Sambal Rawit :
1. Rebus/ Kukus Cabe rawit + cabe Merah besar
2. Haluskan dg sedikit garam
3. Ditumis dg minyak jika pengen sambelnya awet

Cara Menyajikan :
Susun diatas mangkok, mi kuning, bihun, kol , tomat, risoles potong, Kikil + Daging, daun seledri, bawang goreng, perasan jeruk limau, sedikit kecap manis, sedikit cuka, dan tambahkan lada/garam jika kuah nya terasa agak hambar.
Siram dg kuah panas mendidih , taburi dg emping goreng.
Tambahkan sambal rawit


* Resep ini didedikasikan khusus untuk memenuhi permintaan Mbak Rani si ibu cantik , jago nulis dan jago masak yg tinggal di London. Mudah-mudahan resep soto mie kali ini bisa cocok ya mbak.

Tuesday, May 19, 2009

Latihan Jeprat Jepret

Ini hasil latian jeprat jepret pake kamera SLR, wah ternyata rasanya beda bangettttt ya dibanding pegang digicam biasa....... Kapan ya dapet kado ultah yang kayak gini ?..hehehhehe.

Ini njepretnya pake kamera SLR yang gak terlalu canggih dan lensanya pun bukan lensa Tele yang muahal itu. Nikon D40. Obyeknya teuteup : Anggrek dendrobium yg bulan mei ini lg berbunga.

Foto- foto diatas gak pake diedit sama sekali secara gak punya photoshop.

Monday, May 11, 2009

Semangat Solusi

Baru beberapa saat yang lalu saya curhat di blog dengan mengutip kata - kata Pak fuad Mufti (Komunitas TDA) bahwa sbg usahawati kita harus siap diuji, ditempa masalah apapun itu bentuknya. Solusinya tergantung kita sendiri , mau mundur teratur, jalan ditempat, lari mencari solusi dsb.

Seperti pengalaman saya sendiri, kalau dihitung hitung saya merintis usaha pertamakali adalah Menjual Nasi Kuning dan Nasi timbel di Mall Warung Jambu. Baru 2 minggu usaha, masalah berat sudah muncul tukang masak sekaligus tukang jualan saya mengundurkan diri. Tapi saya tidak menyerah saat itu, alhamdulillah saat itu juga saya mendapat tukang masak gantinya yg lebih oke punya bahkan dia yang menginspirasi saya membuka catering kantoran sampai saat ini .

Dan setelah sukses ditutup 2 bulan kemudian karena penjualannya terjun bebas dan sudah mentok tidak bisa inovasi produk dan develop produk dan terganjal dengan sewa resmi yang mahalllll banget. Tapi sebelum ditutup saya sudah sedia payung sebelum hujan, terima pesanan saya genjot mati matian dan saya buka Kedai Soto Mie dikantor saya.

Alhamdulillah pesanan tumpeng, lunch box mulai lancar. Tetapi untuk Soto Mie, dari hari pertama pun saya sudah realize bahwa partner bisnis saya penipu sekaligus koruptor. Kalau boleh menyerah, saya saat itu sudah menyerah. Sungguh ujiannya luar biasa berat. Satu bulan pertama itu rasanya saya sedang berada di kawah candradimuka. Tapi tidak.....saya tidak mau menyerah dengan hal ini, saya yakin ada solusi dari Allah SWT.

Hikmahnya...luar biasa, meskipun akhirnya partner bisnis saya si tukang soto mie terkenal itu menipu dan mencampakkan saya begitu saja , Alhamdulillah usaha saya soto mie lancar - lancar saja sampai saat ini dan justru saya menemukan partner yang betul betul luar biasa. Tukang masak soto mie, sekaligus pelayan, merangkap tk belanja, merangkap accounting, merangkap bisnis advisor, merangkap partner bisnis saya..... Alhamdulillah. Ternyata betul, ternyata kegagalan itu membuat kita tambah pintar asalkan kita tidak menyerah.

Baru - baru ini usaha catering saya diambang mati suri, sudah hampir saja bikin surat pengunduran diri untuk PP Dirganeka, koki lama saya resign dan istirahat untuk jangka waktu 1 bulan. Sudah mencoba kesana kemari selama 2 minggu untuk mencari tkg masak, hasilnya nihil. Sementara saya masih harus tetap bekerja dan tidak mungkin saya menjalankan usaha catering sambil bekerja tanpa ada koki masak. Sudah dapat koki masak, ternyata gadungan, bikin sambal aja 2 jam sendiri. doh kapan deliverynya.

Sekali lagi saya tidak menyerah, bahkan dg beraninya saat posisi koki masak saya sedang kosong , saya justru tidak menampik order baru dari perusahaan yang lain dan menerima pesanan dalam jumlah seratus sampai 2 hari berturut turut.

Mungkin orang bilang saya nekat. Iya betul...saya memang nekat. Sekali lagi datang lagi pertolongan dari Allah. Dengan mondar-mandir dari satu kampung kekampung yang lain , keluar masuk agen , yayasan penyalur , Saya mendapatkan Juru Masak terbaik buat saya. Jago masak segala rupa masakan dan kue.

Alhamdulillah, itu yang selalu terucap dari bibir saya. Allah itu maha besar...

Jadi teman-teman yang saat ini menjalankan bisnis dan sedang menghadapi masalah, please..istiqomah , jangan menyerah ya......insyaallah akan ada jalan dari Yang Diatas. Amien.

Tuesday, May 5, 2009

1 1/2 Ons Lada

Bumbu :
Bawang Merah - 1/4 Kg
Bawang Putih - 1/4 Kg
Kemiri - 1/4 Kg
Lada - 1 1/2 Ons
Jahe - 1 Ons

Mang...saya memang tidak pengalaman sama sekali membuat bumbu seperti sampean, tapi saya masih punya akal sehat bahwa 1 1/2 ons merica itu bisa membuat kuah buat sekampung. Jadi sampean salah Mang, kalo mengira saya menelan mentah-mentah resep bumbu yang kamu kasih ke saya tempo hari. Apalagi menabur sebanyak 150 gram merica kedalam bumbu itu. Oh no.

Tapi terimakasih ya, Mamang justru membuat saya dan partner baru saya menjadi kreatif dan makin pintar meracik bumbu seperti dirimu. Alhamdulillah setelah 2 minggu jalan, pelanggan yang makan dikedai saya berkata " Rasanya kok lain ya...lebih mantappppppp ".

Alhamdulillah....gusti allah mboten sare.

Tuesday, April 14, 2009

Struktur Organisasi Kedai Kita

Direktur Utama : Luky Ekowati (Merangkap tk masak, bag. purchasing, finance controller, mandor)
Dewan Direksi : Gugun Gunawan Suparman

Karyawan :
1. Mang Ujang - Partner Bisnis sekaligus Chef Kedai Kita Soto Mie (Per13 April sudah berhenti jadi partner bisnis secara tidak ksatria)
2. Dasri - Finance Manager Kedai Kita Catering merangkap kasir Kedai Kita Soto Mie (Per 1 May 2009 - Upgrade menjadi Partner bisnis Kedai Kita Soto Mie)
3. Daday - Karyawan Kedai Kita Soto Mie (Per 13 April sudah resign)
4. Neneng - Chef Kedai Kita Catering (Per 25 Mei sudah resign)
5. Mbak Nah - Contractual Chef (Spesialis Nasi Kuning, Nasi Uduk)
6.Mang Keni - Driver (karena belum punya inventaris mobil box, terpaksa langganan ojek dulu hehehe)
6. Alya - Assistant lipat kardus, tester specialist kue
7. Asha - Assistant khusus acak-acak
8. Tba - mudah mudahan bisa cepet hire Chef Assistant baru