Tuesday, September 29, 2009

Feeling Blue.............

Mohon maaf lahir dan batin...maafkan jika ada kata dan sikap yang menyakiti hati sahabat semua.
Di awal-awal puasa yg baru saja berlalu saya sangat bersemangat dan sungguh bahagia. Alya yang rajin ikut sahur dan berpuasa, rajin hafalan surat surat pendek dan bahkan rajin sholat serta sudah hafal doa iftitah , ruku maupun sujud. Bahkan saat ini alya sudah memasuki juz 4 kitab suci Al quran. Alhamdulillah.
Dan sayangnya saya tidak tahan godaan duniawi, keder dengan recehan rupiah. Semua order saya lalap sampai sampai tidak mengukur kemampuan diri sendiri. 2 minggu diakhir ramadhan saat orang sedang rajin rajinny i'tikaf dimasjid, saya malah sibuk begadang sampai pagi di dapur. Astaghfirullah ya allah....ini ujian yang sungguh berat buat saya. Maafkan hambamu yang sungguh-sungguh tamak ini ya Allah. Duh malu. Tp saya harus tulis, untuk catatan saya , mudah -mudahan saya masih dipertemukan dengan bulan penuh berkah dan ampunan dan saya bisa betul betul semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Amien.
Bahkan saya baru kali ini mengalami komplen berat dari customer. Hoah..susah ya ternyata menjadi marketer yang baik. Handling customer komplain. Kuhitung sudah ada 3 customer yg komplen cukup berat. Nanti pasti akan saya sharing saat sudah semangat lagi.
Goal tahun depan: saya tidak boleh beraktifitas didapur disaat bulan suci ramadhan.
Saat ini rasanya nano nano.....banyak kepengennya dan masih banyak pr numpukkkkkk tapi malessssss ngapa-ngapain :
1. Ada masalah besar - musibah tepatnya dan menimpa pada diri mbak nah. Sabar ya mbak. Saya mendukung apapun keputusan mbak nah.
2. Saya sedang negosiasi dengan pak bos niyyyy....hehehheheh menyangkut masalah pekerjaan tepatnya. Doakan berhasil ya teman.
3. Memenuhi sisa sisa order yg sudah dibuat sejak sebelum lebaran, terutama pesanan kantornya neng dina - bundanya neng rayya yang bertubi tubi sejak puasa hingga sekarang. Din...lama lama gue ngantor di menara rajawali aja ya...hehehhehehe. Thanks for the order ya non.
4. Pengen banget upload foto pesanan sekalian promosi....tp rasanya kok betul betul malass ya?
5. Pengen banget upload foto pulang kampung lebaran kemaren dengan rute Brebes (kampung mbak nah) - Sumedang - Subang (Jl. Cagak) - Bogor.
6. Dan yang paling bikin saya gak semangat saat ini adalah Papa musti pindah kerja ke Bengkulu...hiks..pengen ikuuuuuuuuuuuuuuut. Pengen gak ngebolehin...tp gimana ya? tawarannya amat sangat membantu perekonomian keluarga kami. Mudah - mudahan kepindahan ini barokah ya papiyoo, mudah mudahan Allah meridhoi jalan menuju Roma ini. Doakan istrimu kuat ya papiyoo, kalo gak kuat, mamiyoo akan ikut pindah juga....hiks hiks hiks.
7. Pasang internet dirumah supaya bisa chatting terus sama papa.....eh ada yg mau ngasih Blackberry gratisan gak???? hhahaaaaaaaaaaaa.
Hoahhhh dah curhat tp lom lega juga rasanya. Papiyooooooooo....................
Sorry ya....sudah bikin yg baca jd bete juga.............maaaf.

Tuesday, September 15, 2009

Ketika Harus Memilih

Peragu. Belum sembuh rupanya penyakit lama saya ini.
Sudah diniatkan sejak kemaren untuk mengatakan yang sebenarnya , sudah semangat bahkan sudah sampai mendapatkan energi baru.
Dan hari ini harus melempem lagi ketika tangan-tangan kokoh yang tak nampak itu rupanya keberatan apabila harus kehilangan saya. Kehilangan sosok saya untuk selalu hadir menemaninya selama 10 tahun terakhir ini.
Hmm apakah kebahagiaan saya tidak ada artinya untuk mu? Sehingga sedemikian rupa engkau halalkan segala cara untuk menghalangiku. Yah saya rasa saya akan bahagia diluar sana.
Biarkan saya mencari keberuntungan diluar sana. Saya memilih untuk mengepakkan sayap dan pergi meninggalkannya. Hari ini menjadi awal, mari kita lihat dan buktikan sejauh mana kekuatan kepak sayap saya untuk terbang menjauhinya. Atau justru tak mampu terbang?????
Jakarta 15 September 2009

Friday, September 4, 2009

I do, We do and then You Do

Pernah merasakan sulitnya mentraining orang?. Apalagi orang yg kita ajari adalah orang yang betul betul baru dan tidak expert dibidangnya. Bisa bikin pusing tujuh keliling kan? Itu baru mentraining, belum lagi memberi kepercayaan penuh atas keahlian tsb. Wadauuuu membayangkannya aja kadang membuat saya senewen sendiri.




Seperti yang saya alami saat menjalankan usaha makanan ini. Untuk pesanan saya betul betul extra hati - hati karena pesanan ini mencitrakan catering yg sedangkita jalankan kan. Biasanya saat ada pesanan saya berangkat siang, atau saya ambil cuti, makanya saya sangat merindukan pesanan saat weekend yg artinya tidak mengganggu jam kerja saya.




Singkat cerita, saya mulai kelabakan saat ada pesanan dan disatu sisi belum ada orang kepercayaan yang bisa saya serahkan tugas tugas tertentu. Jadi mostly untuk pesanan kebanyakan untuk pengolahan dan packaging masih under supervisi saya. Apalagi pesanan Tumpeng. Dijamin saya akan kerjakan sendiri dan akan minta cuti.




Ini tentunya menjadi salah satu kendala dlm menjalankan usaha saya, dimana saya belum ingin kehilangan pundi pundi tetap saya. Jadi saya sudah lama memikirkan, kira kira siapa yang dipercaya untuk meneruskan tonggak pimpinan catering disaat saya kerja.




Koki masak saya jelas tidak, karena beliau sangat susah mengikuti SOP yg saya tetapkan. Asisten masak juga belum layak. Satu-satunya orang yg potensial adalah mbak Nah, sang pengasuh. Sayangnya seandainya mbak nah pegang pesanan, anak-anak masih keteteran makan dan bobonya, karena masih terlalu kecil, terutama Asha.




Pelan-pelan sedikit demi sedikit saya ajak mbak nah melihat saya bekerja saat saya memasak lauk andalan, saat saya packaging lunch box, , saat saya membuat tumpeng dan menghiasnya dan bahkan saat memoto hasil masakan. Mbak nah selalu saya ajak berdiri disebelah saya untuk melihat seluruh prosesnya lengkap dg tutorial dari saya.


Sampai kemudian saya meningkatkan level belajarnya, saya minta mbak nah membantu 50% dlm proses yg saya kerjakan, sambil saya koreksi sana sini. Dan ini sudah berlangsung sejak pesanan akhir akhir ini.




Dan puncaknya adalah kemaren saat ada pesanan pas jam kerja dan pilihannya cukup sulit, krn saya harus ambi cuti atau menolak order. Dan saya tidak mau keduanya. Akhirnya saya bujuk Mbak Nah untuk berani melakukan menghias tumpenng sendiri.




Awalnya dia menolak, untuk memasak dia masih bisa, tp kalau menghias menurutnya dia belum bisa. Kemudian saya berkata, " Kamu sudah bisa kok mbak...dan saya lihat kemaren kamu sudah bisa bikin garnis dan cara menatanya pun sudah lumayan. Saya yakin kamu bisa".




Mungkin krn dia merasa saya percaya, mbak nah jadi pede. Dan lihat hasilnya




Tidak kalah kan dengan tumpeng buatan saya cantiknya??? Padahal saat itu sedang ada gempa bumi hebat 7,3 SR dan meluluhlantakkan sebagaian jawa berat , Alhamdulillah tumpeng sudah dihias dan selesai semua tinggal menunggu sopir jemputan saja.

Jadi dalam proses pembelajaran, ada suatu cara efektif untuk membuat orang menjadi cepet bisa. Yaitu ada 3 step. I do, kemudian We do, and then You Do. Ini betul betul saya rasakan manfaatnya.

Wednesday, September 2, 2009

Jualan Online

Salah satu teknik marketing saya yg saat ini mendominasi adalah "Jualan Online" yaitu menggunakan jasa internet. Saya rasa memang bukan saya "pioneer"nya ini hanya sekedar sharing setelah Ym dan ngobrol dengan 2 orang teman sesama pedagang.
Terus terang alasan utama saya menahan diri untuk promosi below the line adalah keterbatasan "modal". Butuh extra money untuk membuat brosur desain banner dsb dsb. Sementara gak mungkin saya promosi pake nunggu duit saya terkumpul. Saya berusaha memanfaatkan waktu dan peluang yg tersedia saat ini. Peluang saya untuk menggunakan internet agak terbuka lebar dan biayanya pun murah dan terjangkau.
Awalnya saya berfikirnya rumit, saya pikir harus beli domain sendiri yg ada yearly feenya..butuh jasa web desainer dan sebagainya. Modal masih pas pasan. Kepentok lagi. Ini ni enaknya orang sering kepentok...idenya jd banyak.
Akhirnya nekat..pake web gratisan, saya pilih blogspot. Alasannya simple. Orang kl mau akses ke blogspot gak perlu harus register. Anybody bisa access. Beda sama MP - kudu register dulu . Kalo FB..mmmmmh saya kok gak punya chemistry sama sekali sama yg namanya FB. Lom dilirik per saat ini.
Singkat cerita lahirlah http://www.kedaikitacatering.blogspot.com/. Modalnya adalalah nama webnya harus terlihat serius dan meyakinkan. Untuk desain -krn bukan web desiner hanya mengandalkan kemampuan sendiri , bahkan untuk foto produknya pun pake kamera pocket seadanya dan untuk editingnya pun hanya menggunakan microsoft saja.
Tapi krn saya kerjakan sendiri, saya malah bebas berimprovisasi dan berkreasi. Dan sedikit banyak jd mengenali cara internet ini bekerja secara otodidak. Gimana ya web saya ini banyak dihit orang, gimana ya banyak didatengi orang, harus gimana ya supaya kl ada yg nyari anu bisa masuknya ke web saya.
Ternyata menurut analisa saya (entah bener atau tidak ya) semakin sering internet itu dibuka banyak orang artinya internet itu semakin populer dan menduduki rangking yg tinggi di mr google. Saya kembalikan kepada diri saya. Kl saya sedang mencari sesuatu keywordnya saya ketik berdasarkan permintan saya. Misal, "pesan nasi tumpeng, cari nasi box, pesen kue tradisional dsb dsb"
Akhirnya terpikir oleh saya, oooh mungkin web saya akan banyak dikenal lewat situs pencari asal saya melabelinnya sesuai dg yg ingin dicari or saya sering pake keyword tsb dalam postingan saya.
Dan sejak saat itu saya memutuskan bahwa satu satunyA jalan supaya blog saya ini lebih dikenal ya dengan memposting pesanan yg sudah saya kerjakan berikut foto asli dan sedikit diberi komentar dr pemesan untuk meyakinkan calon customer. Mudah bukan . Bikin semenarik mungkin dan sejujur mungkin.
  • Narsis banget sih?

ya iyalah...gak papa toh narsis toh dalam hal yang wajar dan halal saja kan, tidak merugikan pedagang lainnya , tidak merugikan kompetitor saya, tidak menjelek jelekkan kompetitor saya dan tidak juga berbohong.

  • Pamer gak sih? Riya yah...

Menurut saya tergantung dari niatan ya...niat saya kan promosi bukan pamer boooo. Buat saya pribadi pamer dan promosi batasnya jelas, pamer itu untuk memanas manasi orang tertentu dan itu gak menghasilkan keuntungan...malah cari musuh. Sedangkan promosi, saya berusaha menginformasikan fakta dg kata kata yg menarik supaya ada yg tertarik dan menannyakan produk dan insyaallah membuahkan kesepakatan dagang. Nah kan saya yg untung.

  • Tapi orang lain bilang itu pamer gimana?

Loh mas atau mbak...lupa ya. Ini bisnis siapa to? bisnis kita sendiri kan? Memangnya kl saya mikirin perkataan orang lain selama itu tdk melanggar hukum , privasi orang dan etika...saya dapet duit gitu? Enggak toh. Memangnya kl saya bangkrut , toh belum tentu orang lain itu akan menolong saya.

Jadi mengapa saya harus memikirkan orang lain toh saya tidak merugikan apapun. Contohnya saya bilang begini di internet.

"Ada pesenan 200 box ayam bakar, alhamdulilah rejeki. Ternyata kata si pemesannya enak banget loh"

atau saya bilang gini

"Say it with Tumpeng...pesen tumpeng di kedaikita yukkkkk"

Yuk kita analisa. Ada yg dirugikan gak dg kata kata saya? Menyinggung kompetitor saya sesama catering gak? enggak toh, la wong saya ngajak kok..kl gak mau ya sudah tinggal gak usah telpon saya kan.

Toh kl ada orang yg berfikiran demikian , ya biarin sajalah. Boleh dong orang itu punya pikiran seperti itu. Tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Kalo saya seandainya ada yg bilang seperti itu ya saya abaikan saja. La wong gak ada untungnya nanggepin koment seperti itu. Kasian....nanti malah hati saya kena penyakit hati atuh. Lebih baik. Abaikan saja...anggap orang boleh berpendapat apapun. Yang penting saya gak akan niru seperti orang itu. Titik. That's it. Selesai.

Kalo ditanggapai...wah runyam... sayang ya waktu kita malah hais untuk hal seperti itu. Enakan mikirin besok bikin menu apa..enaknya gimana supaya banyak yg menghit /akses blog saya. Gitu aja ya mikirnya ...jd santaiiiii.

  • Kl ada aja yg berbicara miring dan negative thinking gimana?

Mas ..mbak. Api dimusuh sama api yg terjadi adalah kebakaran. Enaknya disirem pake es degan aja yuk. Uenak en sedep. Masalah selesai dan insyaallah kedepannya orang yg berbicara miring ini kali aja suatu saat malah jadi customer setia kita . Iya to..enak to...mantep to..hehehhehe.

Pernah dpt ilmunya gimana jd customer service yg baik gak? nah krn usaha kita masih gurem, kita itu fungsinya owner sekaligus customer service. Maksudnya piye? Yah.... kita tampung baik baik segala komentar dan keluhan dari para komentator. Namanya jg jualan online, resikonya ada aja...dijelek jelekin secara online paling buruknya..difitnah secara online (naudzubillahiminzaliq..lom pernah dan mudahmudahan jangan sampe deh). Tp yaitu ....tanggapin dg cara yg positive. Anggap semua orang adalah calon pelanggan.

Kalau toh pun ada yg memfitnah kita, berikan tanggapan secara baik baik dan punya semangat solusi, jangan semangat berantem yah. Ingat saja, gusti allah mboten sare, Allah SWT tidak pernah tidur, Adukan sajalah sama Allah, Insyaallah Allah akan memberikan jalan terbaik. J

adikan cobaan menjadi guru yg plg utama, berserah diri sama Allah. Pasrahkan segalanya dg yang Yang Diatas. Ikhlas bahwa jodoh, harta dan kematian ini ada ditangan Allah.

Insyaallah kt akan ademmm.

  • Udah terlihat belum hasilnya?

Alhamdulillah dah mulai terlihat hasilnya setelah beberapa bulan ini online. Kan kata allah setelah berusaha sekuat tenaga, akhirnya jg harus sabar toh? Biar lambat efeknya tp asal kita istiqomah Allah jg akan kasih reward buat kita. Tiap hariii saya terima permintaan penawaran meskipun lom tentu semuanya deal, sebagian tertentu saja.

Gak papa , awal yg baik bukan? at least nambah temen meskipun gak jadi pesen. Jd daftar YM contact saya panjaaaaaang banget. Saya accept seluruh permintaan untuk diadd as a friend.

La iya to...jd pedagang mah kudu ramah. Biar aslinya mungkin saya galak, tp untuk urusan pelayanan ke calon customer harus excellent dong. Seluruh pertanyaan dari calon customer insyaallah akan saya jawab sebaik mungkin , seramah mungkin. Meskipun Allah jg yg menentukan rezeki kita, mrk jadi pesan sama kita atau ndak. Insyaallah hal ini menunjukkan tingkat keimanan kita bahwa kita percaya Allah yg memberi kuasa atas hidup kita. Semoga hal ini membawa barokah...ya ndak .??

Jd gimana mrs en mrs di somewhere ....jangan ragu untuk memulai bisnis online ya.

Friday, August 21, 2009

Pumpkin Cake

Minggu lalu banyak labu kuning sisa masak buat asha. Daripada kebuang kemaren saya "encourage" mbak nah supaya pede bikin cake. Tutorialnya just via telpon, diselingi kekhawatiran mbak nah yg telurnya dan mentega gak nyampur. Ha..ha..ha..ha.... Alhamdulillah jadinya seperti ini niy.






Asha , Alya dan bapaknya seneng banget. Saya yg gak doyan labu kuning, coba icipin. Eh..rasanya mirip banget kue lumpur kentang dan gak terlalu manis...uenaaaaak poll. Wah mestinya ditambah keju dikit plus taburan gula halus ni. Maklumlah ini resep ngasal.
Kalo buat saya paling pas makan kue ini sambil ditemenin secangkir kopi (plg cocok dg merk kapal api.hehhehehhe).


Ni liat Asha gak sabaran mo nyomot kuenya saat aku lg sibuk sesi pemotretan..wakkkkkkkkkaakakaka






Bahannya gampang banget...trus gak pake takaran takaran..cukup sendok doang. Monggo silahkan kl tertarik nyoba...hehheheheh. Tapi kl gak jadi jangan timpuk daku yah...

Bahan :
2 Butir Telur
5 Sdm Tepung Terigu
2 Sdm Butter/Margarine
3 Sdm Gula
1 mangkok Labu kuning yg sudah dikukus dan dihaluskan
vanili sedikit

Cara membuat :
1. Kocok gula dan telur sampai halus
2. Tambahkan Butter/Margarine dan Tepung Terigu
3. Campurkan labu kuning, aduk rata.
4. Siapkan pinggan tahan panas, oles dg sedikit margarine
5. Panggang 40 Menit / sampe matang.
6. Tabur dg gula halus jika suka.

Selamat mencoba. satu lagi...kepada para teman-temanku :

"Selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin"

Luky & Family



Wednesday, August 12, 2009

Keputusanku adalah.....

Pengennya dan gampangnya sih ngomong gini, "I am Quit ". Beres dan keesokan harinya saya gak gak perlu terbirit birit mikir ini itu, gak perlu makan hati atas kelakuan pegawai, gak perlu . Tinggal kerja from Eight to Five, duduk manis didepan kompi, mepet bos terus supaya karirnya moncer, trus tiap weekend tinggal bersihin hati dan mengistirahatkan raga trus tiap bulan nerima gaji tetap. Enak banget ya ngebayanginnya.


Tapi pas liat kebelakang, hari hari kemaren yang sudah saya lalui. Alamakkkkkkkkk, sedih rasanya melihat perjuangan saya, pengorbanan anak anak saya, suami saya. Kalau saya tutup artinya saya mementahkan sesuatu yg sudah saya mulai seperempat matang ini. Padahal untuk mencapai seperempat ini saja saya sudah banyak waktu, tenaga , pikiran terkuras, segala gala dicurahkan full untuk belajar usaha ini. Bahkan saya merasa banyak belajar dari usaha gurem saya ini, saya belajar memproduksi sesuatu , saya belajar memanage pegawai, saya belajar bagaimana mencari order, memasarkan sesuatu , menjadi customer service yang baik dan yang paling penting adalah BELAJAR IKHLAS atas usaha saya sudah tercurah.

Berkali kali saya mengadu kepada sang khaliq, minta petunjuk , minta jalan keluar yang terbaik. Kok rasanya raga dan pikiran saya tidak kompak lagi dengan keinginan saya. Rupanya raga dan pikiran saya minta "berhenti" menjalankan usaha soto mie saya dan disisi lain, sementara semangat saya bilang...lanjutkan.


Saya pikir dengan memberhentikan soto mie saya, saya bisa fokus ke salah satu usaha saja. Usaha catering saja, dan kedepannya tetap ingin buka warteg. Email ke building management untuk pemutusan kontrak lapak pun sudah saya siapkan. Dan saya pun sudah menyiapkan jawaban atas pertanyaan terutama dr teman kantor saya yg tau betul saya punya kedai soto mie.


Ternyata ujiannya gak cukup sampai disitu saja. Badai yang lebih besar hampir saja mengobrak abrik semuanya. Bahkan tergoda untuk mengakhiri semua usaha saya termasuk catering. Sempat tercetus dlm bentuk ucapan ke pegawai saya, mengenai niat saya dan mungkin akan mulai saya rintis lagi setelah mental saya kuat.


Jegeeeeer.....saya sama sekali tdk menyangka, saya akan mendapati wajah kaget dan disusul wajah getir Pak Ni Ojek yang setia menolong saya mengantar catering, dan dg ringan tangannya mengasuh asha disaat kami semua sibuk ngurusin pesanan lunch box menumpuk. Bahkan si Mbak koki pun menundukkan kepala serta mengusap usap kaca matanya yg mulai berembun. Apalagi si mpok bagian rupa rupa pun gak ketinggalan terbengong bengong dan terlihat murung .


Uggggh ....saya tidak tahan melihat pemandangan itu. Bahkan malam itu pun masih terbayang wajah si Pak ni, si mbak koki dan si mpok. Malam itu saya nangis dipelukan bekas pacar saya. Saya bilang rasanya saat ini saya seperti pohon yang tercabut bersama akarnya. Saya tidak mampu bertahan di bisnis ini. Tapi look.....dengan saya berhenti saya akan banyak menyakiti hati banyak orang. Saya tau pak ni akan kehilangan pendapatan tetapnya yg atleast tiap bulan bisa buat bayar cicilan motor ojeknya. Saya tau si mbak koki akan kebingungan nyari biaya buat anaknya sekolah dan si mpok pun jg kebingungan dan terbelit dg susahnya perkenomiannya krn suaminya cuma sopir angkot setengah hari. Saya bingung memutuskan yg terbaik.


Ya allah...ternyata orang orang itu sudah menggantungkan rezekinya dari usaha saya ini. Masyaallah..sungguh saya kurang menyadari hal ini. Malam itu saya mengadu lagi kepada gusti nu agung. Saya ingin memutuskan yang terbaik dan diberi ikhlas atas segala keputusan yg kelak saya ambil.
Keesokan paginya....entah kenapa hati saya ringan banget. Kayaknya hari itu otak saya terasa encer buat mikirin segala masalah saya. Kayaknya ada yg nuntun rasanya. Tiba tiba saya berhasil menemui seorang penjaga kantin yang sudah saya kenal 1 bulan yang lalu yang saat itu akan kehilangan pekerjaan dan mau bekerjasama dengan saya. Siangnya saya mendapat 2 orderan dan si pemesan saat itu juga mentransfer pembayarannya lunas.
Wah apa ini tandanya saya tidak boleh berhenti sampai disini saja. Apakah ini jawaban dari yang diatas. IYa saya yakin ini petunjuk dari Allah.
Saya memutuskan untuk tidak menyerah. Perjalanan saya masih setengah jalan. Bagaiamana warteg terwujud kalau kedai soto mie saja ditutup. Bagaiamana punya 2 , 3 bahkan 4 warteg kalo 1 warteg pun belum terwujud. Bagaimana punya toko kelontong kalau usaha sebelumnya saja putus ditengah jalan.
Tidak...saya tidak menyerah saat ini, Energi saya sudah mulai terisi lagi. Mudah mudahan istiqomah. Ternyata saya belum lulus untuk IKHLAS ya...... Susah sekali untuk betul betul ikhlas.
Singkatnya saat ini Kedai Soto Mie sudah mulai berjalan lancar lagi, pendapatannya pun hampir menyerupai seperti bulan bulan lalu , tinggal menu menu tambahan yg belum ada dan bolak balik ditanya oleh pelanggan. Empal gepuk dan Cumi goreng sudah dikangenin pelanggannya.
Dan kabar baik yang menambah energi saya saat ini, rejeki memang sudah ada yang mengatur. Setelah 2 bulan ini saya kesana kemari nyari nyari tempat usaha dan tidak membuahkan hasil, tiba tiba teman dekat saya menawarkan kios di bogor yg sedang dibangun, lokasinya dipinggir jalan utama dengan harga terjangkau dan cara pembayarannya pun memungkinkan saya untuk membuka warteg dalam beberapa bulan mendatang. Insyaallah usaha ini mendapat ijin dari allah. Mohon doa restunya.
Alhamdulillah saya bisa melalui satu kerikil tajam ini. Atas kuasa allah semua ini bisa diselesaikan.
Ah iya saya pengen berterimakasih kepada seseorang ."Mbak ...matursuwun sanget. Meskipun kita belum pernah ketemu, tapi saya merasakan empati dan support dari panjenengan. Trimakasih atas atensi dan doanya juga. Izinkan suatu saat mbak mudik....saya bisa bertemu mbak komplit dg 2 bidadari cantikmu yang pintar pintar itu ya. Insyaallah. Amien."

Monday, August 3, 2009

Yakin ?????????

Beneran ? Yakin dengan keputusanku? Enggak juga, masih ragu, masih sayang, masih eman ..............tapi kasihan juga, kepala saya dah overload. Kl mesti mikirin kayak gini terus bisa bisa semuanya akan ikut ikutan mandul. Yah..salah satu harus berkorban.
Meskipun saya harus menelan pil pahit. So many stories here....disini tempat saya menimba ilmu, segala ujian dan tantangan yang mengasah rasa percaya diri dan juga kemampuan saya. Segala suka duka,capek, sedih, marah, dan juga rasa syukur menyatu disini.
Disini saya pertama kalinya mencurahkan segala daya upaya dan perasaan saya sepenuhnya. Klimaks dari usaha saya.
Besok keputusannya. Dan kemudian saya harus segera email. Tapi tunggu nanti malam saya akan mengadukan sekali lagi kepada sang khaliq. Mudah mudahan jawaban yang saya dapatkan adalah demi kebaikan kelak. Ada rahasia illahi disini.